Foto: Kepala Lapas Kelas IIB Tulungagung, Muhammad Kurnia menyerahkan sertifikat kepada Sri Mujayanah, usai renovasi rumah. (afif)
TULUNGAGUNG | JATIM TERKINI – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tulungagung merenovasi rumah milik warga kurang mampu di Desa Kedungwaru, Kecamatan Kedungwaru. Program tersebut menjadi wujud kepedulian sosial kepada masyarakat sekitar sekaligus melibatkan warga binaan yang memiliki keterampilan di bidang pertukangan.
Rumah milik Sri Mujayanah, 56, dipilih sebagai sasaran setelah melalui proses survei. Renovasi dikerjakan selama lima hari dan rampung pada Sabtu (20/6).
Kepala Lapas Kelas IIB Tulungagung, Muhammad Kurnia, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) untuk membantu masyarakat di sekitar lingkungan lapas.
“Ini merupakan bagian dari upaya pemerintah melalui Kementerian Imipas untuk membantu warga di sekitar lingkungan lapas sebagai wujud kepedulian negara kepada masyarakat,” ujarnya, Senin (22/6).
Menurut Kurnia, pelaksanaan renovasi mendapat dukungan dari pemerintah desa, ketua RT/RW, serta unsur TNI dan Polri. Sebanyak tujuh warga binaan dilibatkan dalam proses pembangunan karena telah memiliki sertifikat keterampilan pertukangan dan dinilai memenuhi syarat mengikuti kegiatan di luar lapas.
“Ketujuh warga binaan yang terlibat sudah memiliki sertifikat pertukangan sehingga layak dilibatkan dalam pembangunan ini,” katanya.
Anggaran renovasi sekitar Rp10 juta. Dana tersebut berasal dari dana sosial pegawai Lapas yang dihimpun secara swadaya serta dukungan Koperasi Primer Lapas. Seluruh anggaran dialokasikan untuk membantu masyarakat kurang mampu di sekitar lingkungan lapas.
Pihaknya berharap program serupa dapat kembali dilaksanakan. Namun, untuk pelaksanaan berikutnya masih menunggu arahan dari pimpinan Kementerian Imipas.
Sementara itu, Sri Mujayanah mengaku bersyukur rumahnya mendapat bantuan renovasi. Salah satu perubahan yang paling dirasakan adalah lantai rumah yang sebelumnya masih berupa semen, kini telah dipasang keramik.
“Alhamdulillah sekarang rumah menjadi lebih nyaman. Sebelumnya memang pernah mendapat bantuan perbaikan dari pemerintah desa, dan kali ini kembali dibantu oleh Lapas,” tuturnya.
Reporter : Nasrul K.







