Foto: Petugas melakukan razia di jalur alternatif Gondang. Sebanyak 26 truk bandel yang masuk jalur alternatif Gondang kena tilang. (ist)
TULUNGAGUNG | JATIM TERKINI – Satlantas Polres Tulungagung mulai bertindak tegas terhadap truk bertonase besar yang nekat melintasi jalur alternatif pascapenutupan Jembatan Gondang I. Dalam razia gabungan di Simpang Empat Cabe, Kecamatan Gondang, Rabu (1/7), petugas menilang 26 truk karena melanggar kelas jalan.
Razia digelar bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Tulungagung sebagai upaya melindungi jalan alternatif yang tidak dirancang menahan beban kendaraan berat. Selain ditilang, kendaraan yang terjaring juga diperiksa kelengkapan administrasi, kondisi teknis kendaraan, hingga masa berlaku uji KIR.
KBO Satlantas Polres Tulungagung Iptu Zainudin mengatakan, sejak Jembatan Gondang I ditutup, petugas telah menerapkan rekayasa lalu lintas dan menyediakan jalur sesuai jenis kendaraan. Sosialisasi, pemasangan rambu, hingga portal pembatas ketinggian juga telah dilakukan.
“Namun masih banyak truk bertonase besar yang tetap nekat melintas di jalur alternatif. Dampaknya, masyarakat mengeluhkan kerusakan jalan karena tidak sesuai dengan kemampuan konstruksinya,” ujarnya.
Menurut Zainudin, petugas selama ini telah mengedepankan langkah persuasif. Bahkan, pengawasan terus dilakukan di sejumlah titik. Meski demikian, pelanggaran masih berulang. Tidak hanya itu, portal pembatas ketinggian juga tercatat telah dirusak sebanyak tiga kali oleh oknum pengemudi.
“Kami sudah memberikan sosialisasi dan berbagai bentuk kelonggaran. Tetapi masih ada yang tetap memaksa masuk jalur alternatif,” katanya.
Karena itu, penegakan hukum melalui tilang mulai diterapkan secara lebih tegas. Sebanyak 26 truk yang melanggar kelas jalan langsung dikenai sanksi tilang dalam operasi tersebut.
“Tindakan tegas ini untuk memberikan efek jera agar kendaraan bertonase besar tidak lagi melintas di jalan alternatif,” tegasnya.
Satlantas bersama Dishub memastikan razia serupa akan digelar secara rutin dan berpindah-pindah di sejumlah jalur alternatif yang rawan dilintasi truk bermuatan besar.
“Ke depan, penindakan akan dilakukan secara rutin dan masif agar jalur alternatif tetap aman dan tidak cepat rusak,” pungkasnya.
Reporter : Nasrul K.







