Polisi Selidiki Kematian Pria yang Ditemukan Tak Bernyawa di Musala Campurdarat

Kamis, 11 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Polisi memeriksa jenazah Purbandono, 52, warga Desa Gembong, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan, ditemukan meninggal dunia di Musala Al Hidayah, Desa Gamping, Kecamatan Campurdarat, Kamis (11/6).

TULUNGAGUNG | JATIM TERKINI – Seorang pria bernama Purbandono, 52, warga Desa Gembong, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan, ditemukan meninggal dunia di Musala Al Hidayah, Desa Gamping, Kecamatan Campurdarat, Kamis (11/6).

Hingga kemarin, polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kematian korban.

Kasi Humas Polres Tulungagung Iptu Nanang Murdiyanto menjelaskan, korban pertama kali diketahui dalam kondisi tidak bernyawa oleh seorang warga yang selesai menunaikan salat Subuh sekitar pukul 04.30 WIB.

Saat itu, korban terlihat tertidur di serambi musala. Saksi kemudian berusaha membangunkan korban, namun tidak mendapat respons. “Korban awalnya tidur di serambi musala. Saat dibangunkan tidak merespons,” ujar Nanang.

Karena curiga, saksi memeriksa kondisi korban dan mendapati pria tersebut sudah tidak bernapas. Temuan itu kemudian dilaporkan ke Polsek Campurdarat.

Menerima laporan tersebut, petugas Polsek Campurdarat bersama Tim Inafis Polres Tulungagung dan tenaga medis langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pemeriksaan.

Dari hasil pemeriksaan awal, petugas tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan maupun penganiayaan pada tubuh korban. “Tidak ditemukan tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban,” jelasnya.

Petugas juga menemukan sejumlah obat yang dibawa korban, yakni Diclofenac Sodium 50 mg dan Molacort Dexamethasone 0,75 mg yang umumnya digunakan sebagai obat antiinflamasi dan pereda nyeri.

Selanjutnya, jenazah korban dievakuasi ke RSUD dr. Iskak Tulungagung untuk menjalani visum et repertum dan pemeriksaan lebih lanjut guna mengetahui penyebab pasti kematian.

“Kami masih mendalami apakah korban meninggal karena faktor penyakit atau ada penyebab lain. Termasuk menelusuri obat-obatan yang ditemukan bersama korban,” pungkas Nanang.

Reporter : Nasrul K.

Berita Terkait

66 Penerima MBG di Rejotangan Diduga Keracunan, SPPG Pakisrejo Ditutup Sementara
Kapolres Tulungagung Resmi Berganti, AKBP Wiwin Junianto Supriyadi Gantikan AKBP Ihram Kustarto
Lansia di Campurdarat Ditemukan Tewas Mengapung di Sumur Belakang Rumah
5 Ruko Pasar Ngemplak Ludes Terbakar, Diduga Dipicu Korsleting Freezer
3.000 Ayam Petelur Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp 400 Juta
Tentukan Arah Kiblat Lewat Rashdul Kiblat, Kemenag Tulungagung: Momen Tepat Kalibrasi Musala dan Masjid
Humanis, Polsek Kedungwaru Kawal Terlapor Gangguan Jiwa Dirujuk ke RSJ Lawang
Pria Pemancing Hilang Diduga Terseret Arus Sungai Brantas, SAR Sisir hingga 5 Kilometer

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:16

66 Penerima MBG di Rejotangan Diduga Keracunan, SPPG Pakisrejo Ditutup Sementara

Rabu, 29 Juli 2026 - 10:57

Kapolres Tulungagung Resmi Berganti, AKBP Wiwin Junianto Supriyadi Gantikan AKBP Ihram Kustarto

Selasa, 28 Juli 2026 - 15:17

Lansia di Campurdarat Ditemukan Tewas Mengapung di Sumur Belakang Rumah

Senin, 20 Juli 2026 - 09:33

3.000 Ayam Petelur Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp 400 Juta

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:53

Tentukan Arah Kiblat Lewat Rashdul Kiblat, Kemenag Tulungagung: Momen Tepat Kalibrasi Musala dan Masjid

Berita Terbaru