Foto : Kondisi Nur Anam Dwi Prayitno, 46, warga Dusun Jambu RT 13 RW 02, Desa Tunge, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, sopir truk tebu yang ditemukan meninggal di Area PG Mojopanggung.
TULUNGAGUNG | JATIM TERKINI – Seorang sopir truk pengangkut tebu ditemukan meninggal dunia di dalam kendaraannya saat mengantre di area Pabrik Gula (PG) Mojopanggung, Desa Sidorejo, Kecamatan Kauman, Kabupaten Tulungagung, Senin (7/9/2026).
Korban diketahui bernama Nur Anam Dwi Prayitno, 46, warga Dusun Jambu RT 13 RW 02, Desa Tunge, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri.
Peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 05.15 WIB. Sebelum ditemukan meninggal dunia, korban sempat mengeluhkan kondisi tubuhnya kepada rekannya.
Kapolsek Kalangbret Iptu Sugeng Haryono mengatakan, korban tiba di PG Mojopanggung sekitar pukul 00.30 WIB. Kedatangannya untuk mengirimkan muatan tebu ke pabrik gula tersebut.
Saat berada di jalur antrean, korban sempat mengeluhkan pusing dan mual kepada rekannya, Mujiono.
Namun, beberapa jam kemudian, Mujiono melihat korban berada di dalam truk dalam posisi tengkurap.
“Sekitar pukul 05.15 WIB, saksi Mujiono melihat korban berada di dalam truk dengan posisi tengkurap. Saat dibangunkan, korban sudah tidak sadar,” terang Iptu Sugeng, Senin (7/9/2026).
Mengetahui kondisi tersebut, Mujiono kemudian melaporkan kejadian itu kepada Kepala Keamanan PG Mojopanggung, Basuki. Saksi lainnya, Endang, juga turut mengetahui peristiwa tersebut.
Laporan itu kemudian diteruskan kepada pihak kepolisian. Petugas Polsek Kalangbret yang menerima informasi langsung mendatangi lokasi kejadian bersama Tim Inafis Polres Tulungagung dan tim medis PG Mojopanggung.
Petugas selanjutnya melakukan pemeriksaan terhadap korban serta olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Berdasarkan pemeriksaan awal dan olah TKP, tidak ditemukan tanda-tanda luka maupun penganiayaan pada tubuh korban,” ujar Sugeng.
Jenazah korban selanjutnya dievakuasi dan dibawa ke RSUD dr Iskak Tulungagung untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Sementara itu, polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab meninggalnya korban.
Sejumlah langkah telah dilakukan petugas, mulai dari mengamankan lokasi kejadian, meminta keterangan para saksi, mengumpulkan barang bukti, hingga mendokumentasikan TKP.
Polisi juga meminta hasil Visum et Repertum sebagai bagian dari proses penyelidikan guna mengetahui penyebab pasti kematian sopir truk tersebut. (nas)










Komentar