Foto: Plt. Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin bersama beberapa peserta Muspadi.
TULUNGAGUNG | JATIM TERKINI – Pemerintah Kabupaten Tulungagung menggelar Musyawarah Perempuan, Anak, dan Disabilitas (Muspadi) di Pendapa Kongas Arum Kusumaning Bongso, Selasa (23/6). Forum ini menjadi wadah menyerap aspirasi sekaligus menyusun kebijakan pembangunan yang lebih berpihak kepada kelompok rentan.
Muspadi dibuka Plt. Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD, Sekretaris Daerah, kepala OPD, Ketua TP PKK, Ketua Baznas, serta perwakilan organisasi masyarakat, komunitas perempuan, pemerhati anak, penyandang disabilitas, dan akademisi.
Ahmad Baharudin mengatakan, pembangunan daerah harus mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Karena itu, perempuan, anak, dan penyandang disabilitas perlu dilibatkan dalam proses perencanaan pembangunan.
“Kehadiran forum ini menjadi bukti bahwa suara perempuan, anak, dan penyandang disabilitas sangat dibutuhkan dalam menentukan arah pembangunan daerah,” ujarnya.
Berdasarkan data kependudukan 2025, jumlah penduduk Tulungagung mencapai 1,142 juta jiwa. Sebanyak 49,91 persen di antaranya merupakan perempuan. Namun, tantangan terhadap kelompok rentan masih cukup tinggi.
Sepanjang 2025, UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) mencatat 18 laporan pengaduan yang melibatkan perempuan. Sementara kasus kekerasan terhadap anak mencapai 243 laporan di ULT PSAI dan 70 pengaduan di UPTD PPA. Selain itu, terdapat sekitar 34 ribu penyandang disabilitas yang juga memerlukan perhatian dalam berbagai aspek kehidupan.
Menurut Ahmad, selama ini mekanisme perencanaan pembangunan reguler belum sepenuhnya mampu mengakomodasi aspirasi kelompok rentan. Melalui Muspadi yang dilaksanakan secara berjenjang mulai tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten, diharapkan usulan mereka dapat masuk dalam kebijakan pembangunan daerah.
“Semoga musyawarah ini menghasilkan kebijakan yang tepat sehingga Tulungagung benar-benar menjadi kabupaten layak anak, ramah perempuan, serta inklusif bagi seluruh masyarakat,” pungkasnya.
Reporter : Nasrul K.







