Larung Sembonyo Kembali Digelar, Plt Bupati: Potensi Dongkrak Wisata Pantai Popoh

Minggu, 5 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Nelayan membawa sesaji untuk dilarung ke tengah laut. Larung Sembonyo kembali digelar para nelayan Popoh.  (ani)

TULUNGAGUNG | JATIM TERKINI – Tradisi Larung Sembonyo kembali digelar di Pantai Popoh, Desa Besole, Kecamatan Besuki, Minggu (5/7). Ritual adat yang rutin dilaksanakan setiap Bulan Suro itu menjadi ungkapan syukur masyarakat nelayan atas hasil laut, sekaligus doa agar aktivitas melaut tetap aman dan membawa rezeki melimpah.

Prosesi diawali kirab sesaji berupa kepala kerbau dan gunungan hasil bumi dari Pendopo Pantai Popoh menuju Tempat Pelelangan Ikan (TPI). Setelah didoakan, sesaji dibawa ke tengah laut menggunakan perahu untuk dilarung. Puluhan kapal nelayan turut mengiringi prosesi tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin hadir menyaksikan langsung pelaksanaan tradisi itu. Menurutnya, Larung Sembonyo bukan hanya memiliki nilai budaya dan spiritual, tetapi juga berpotensi menjadi daya tarik wisata yang mampu meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Tradisi ini harus terus dilestarikan dan diwariskan kepada generasi muda. Selain menjaga warisan budaya, kegiatan seperti ini juga mampu mempererat kebersamaan masyarakat,” ujarnya.

Baharudin menilai, jika dikemas dan dipromosikan secara berkelanjutan, Larung Sembonyo dapat menjadi agenda wisata budaya unggulan Kabupaten Tulungagung, yang menarik lebih banyak wisatawan berkunjung ke Pantai Popoh.

Dia juga mengajak masyarakat menjaga kelestarian lingkungan pesisir. Menurutnya, keberlangsungan kehidupan nelayan tidak lepas dari kondisi ekosistem laut yang tetap terjaga.

“Kalau alam kita rawat bersama, manfaatnya juga akan kembali kepada masyarakat. Mari kita jaga persatuan, keamanan, dan semangat Jogo Tulungagung,” katanya.

Di sisi lain, Baharudin mengimbau masyarakat tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas kebenarannya. Pemkab Tulungagung, lanjut dia, terus berupaya menjalankan berbagai program pembangunan demi kemajuan daerah.

Sementara itu, Kepala Desa Besole Suratman mengatakan, Larung Sembonyo merupakan tradisi yang selalu dinantikan masyarakat. Dia berharap ritual tersebut membawa berkah, keselamatan, serta hasil tangkapan ikan yang melimpah bagi para nelayan.

Rangkaian Larung Sembonyo juga dimeriahkan hiburan rakyat dan pertunjukan kesenian tradisional yang menarik ribuan warga serta wisatawan memadati kawasan Pantai Popoh.

Reporter : An Nisa

Berita Terkait

Jelang Buka Giling, PG Modjopanggung Gelar Ritual Manten Tebu
Viral “Perempatan Mekkah” di JLS Tulungagung, Spot Unik di Tengah Lanskap Selatan
Kunjungan Turun 50 Persen, Disbudpar Tulungagung Siapkan Agenda Wisata di Pantai Gemah

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Minggu, 5 Juli 2026 - 21:11

Larung Sembonyo Kembali Digelar, Plt Bupati: Potensi Dongkrak Wisata Pantai Popoh

Sabtu, 9 Mei 2026 - 12:42

Jelang Buka Giling, PG Modjopanggung Gelar Ritual Manten Tebu

Senin, 2 Maret 2026 - 22:59

Viral “Perempatan Mekkah” di JLS Tulungagung, Spot Unik di Tengah Lanskap Selatan

Senin, 2 Maret 2026 - 22:59

Kunjungan Turun 50 Persen, Disbudpar Tulungagung Siapkan Agenda Wisata di Pantai Gemah

Berita Terbaru