Foto : Polisi mengevakuasi jenazah K, karyawan BUMN asal Desa Tempursari, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun. Pria ini ditemukan meninggal di kamar kosnya di Kelurahan Jepun, Kecamatan Tulungagung, Kamis (13/8). (ist)
TULUNGAGUNG | JATIM TERKINI – Seorang pria berinisial K, 53, ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya di Kelurahan Jepun, Kecamatan Tulungagung, Kamis (13/8). Karyawan BUMN asal Desa Tempursari, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, itu ditemukan setelah tak kunjung datang dalam kegiatan pelatihan pembinaan PT KAI di Madiun.
Penemuan korban bermula saat istri K menghubungi rekan kerjanya untuk memastikan keberangkatan korban ke Madiun. Sebab, korban diketahui tidak hadir dalam kegiatan pelatihan tersebut. Setelah dilakukan pengecekan, nama korban juga tidak tercatat sebagai penumpang kereta menuju Madiun.
Rekan kerja korban kemudian mendatangi kos sekitar pukul 13.30 WIB. Namun, saat itu kamar dalam kondisi terkunci. Sepeda motor korban juga tidak terlihat di sekitar kos. Kondisi tersebut membuat rekannya menduga korban sudah berangkat menggunakan kendaraan pribadi.
Namun, setelah mendapat informasi bahwa korban belum tiba di lokasi pelatihan, rekan korban kembali mendatangi kos. Kali ini sepeda motor K ditemukan terparkir di belakang bangunan.
Rekan korban kemudian mencoba menghubungi nomor telepon K. Dari dalam kamar terdengar suara ponsel. Karena pintu terkunci dari dalam dan tidak ada respons, rekan korban meminta izin pemilik kos untuk membuka pintu.
Saat pintu berhasil dibuka, korban ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia di dalam kamar.
Mendapat laporan tersebut, Kapolsek Tulungagung Kota Kompol Puji Hartanto bersama anggota, Tim Inafis Polres Tulungagung, dan tim medis RSUD dr. Iskak langsung mendatangi lokasi.
Petugas kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta pemeriksaan terhadap tubuh korban.
Hasil pemeriksaan tim medis dan Tim Inafis memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Informasi dari tim medis PT KAI Stasiun Tulungagung juga menyebut korban memiliki riwayat hipertensi dan pembesaran jantung berdasarkan pemeriksaan kesehatan sebelumnya.
Kapolsek Tulungagung Kota Kompol Puji Hartanto mengatakan, polisi telah melakukan penanganan sesuai prosedur bersama tim gabungan.
“Setelah menerima laporan dari masyarakat, kami bersama Tim Inafis dan tim medis langsung melakukan olah TKP serta pemeriksaan awal. Dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” ujar Puji.
Setelah proses pemeriksaan selesai, pihak kepolisian juga memberikan pendampingan kepada keluarga korban. Penanganan selanjutnya dilakukan sesuai prosedur.
Polisi mengimbau masyarakat segera melapor apabila menemukan kondisi darurat atau membutuhkan bantuan kepolisian. Langkah tersebut diperlukan agar petugas dapat memberikan penanganan secara cepat dan tepat. (nas)










Komentar