Foto : Bus sekolah ini diwacanakan akan digunakan mengantar wisata ke pantai selatan gratis oleh Dishub Tulungagung. (nas)
TULUNGAGUNG | JATIM TERKINI – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tulungagung menyiapkan terobosan untuk mendorong sektor pariwisata. Armada bus sekolah milik pemerintah daerah diwacanakan dimanfaatkan sebagai angkutan wisata gratis bagi masyarakat.
Rencana tersebut menyasar wisatawan yang hendak mengunjungi sejumlah destinasi wisata di wilayah selatan Tulungagung, termasuk kawasan Geopark. Bus nantinya melayani perjalanan dari pusat kota menuju sejumlah objek wisata.
Kabid Angkutan dan Sarana Dishub Tulungagung Oki Sakti Nugrahajati mengatakan, pemanfaatan bus sekolah sebagai angkutan wisata masih dalam tahap pengkajian. Wacana itu muncul setelah melihat sejumlah daerah lain yang telah memanfaatkan armada bus sekolah untuk mendukung transportasi wisata.
“Munculnya wacana ini karena kabupaten/kota lain sudah ada yang memanfaatkan bus sekolah untuk sarana transportasi menuju destinasi wisata,” kata Oki, Kamis (20/8).
Jika terealisasi, armada bus sekolah akan diberangkatkan dari Alun-Alun Tulungagung menuju sejumlah destinasi wisata. Di antaranya Pantai Midodaren, Pantai Klathak, Pantai Sine, Pantai Molang, serta kawasan Geopark Tulungagung.
Layanan tersebut direncanakan beroperasi setiap akhir pekan, khususnya pada Minggu. Bus dijadwalkan berangkat sekitar pukul 08.00 dan kembali ke pusat kota sekitar pukul 13.00 hingga 14.00.
“Sesuai rencana kami, operasionalnya setiap akhir pekan mulai pukul 08.00 berangkat ke destinasi wisata, baik itu Pantai Selatan maupun Geopark, dan siang harinya kembali ke pusat kota,” ungkapnya.
Untuk tahap awal, Dishub menyiapkan dua unit dari total sembilan bus sekolah yang dimiliki. Masyarakat yang menggunakan layanan tersebut nantinya tidak dikenakan tarif alias gratis.
Namun, rencana itu belum langsung diterapkan. Dishub masih mengkaji berbagai aspek teknis, mulai kesiapan armada, pola operasional, kebutuhan bahan bakar, hingga kemampuan anggaran pemerintah daerah.
Oki menegaskan, layanan bus gratis tersebut hanya berkaitan dengan transportasi. Sementara itu, biaya tiket masuk ke objek wisata tetap menjadi tanggungan wisatawan.
“Kalau biaya tiket masuk objek wisata tetap ditanggung wisatawan,” pungkasnya. (nas)










Komentar