Foto : Komisi D saat sidak Hidran di beberapa fasilitas umum di Tulungagung. (nas)
TULUNGAGUNG | JATIM TERKINI – Kesiapan sarana penunjang pemadaman kebakaran di sejumlah fasilitas umum (fasum) mendapat sorotan. Komisi D DPRD Tulungagung bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) melakukan inspeksi mendadak (sidak) hidran, Selasa (6/10).
Hasilnya, masih ditemukan sejumlah hidran yang belum maksimal. Bahkan, saluran air di beberapa fasum diketahui belum mengalir lancar. Kondisi tersebut dinilai perlu segera dievaluasi agar hidran dapat berfungsi optimal saat terjadi kebakaran.
Sidak dilakukan di sejumlah titik, di antaranya kawasan Pasar Wage dan lingkungan Kantor Pemkab Tulungagung. Dewan bersama petugas Damkarmat mengecek kondisi fisik sekaligus memastikan kesiapan hidran untuk digunakan sewaktu-waktu.
Ketua Komisi D DPRD Tulungagung Ali Masrup mengatakan, hasil pemantauan menunjukkan masih ada hidran yang membutuhkan perhatian. Terutama dari sisi perawatan dan kelancaran saluran air.
“Perawatan ini menjadi salah satu kunci agar hidran tetap bisa digunakan dan ready setiap saat ketika terjadi kebakaran. Jangan sampai ketika dibutuhkan justru tidak bisa berfungsi dengan baik,” ujar Ali.
Menurut dia, perawatan perlu menjadi perhatian di sejumlah titik yang memiliki aktivitas masyarakat tinggi. Di antaranya lingkungan Pemkab Tulungagung, Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Pasar Wage, Pasar Kauman, hingga Pasar Ngemplak.
Dewan meminta Damkarmat tidak hanya melakukan pengecekan ketika terjadi persoalan. Pemeliharaan secara berkala dinilai penting untuk memastikan seluruh sarana pemadaman tetap siap pakai.
Sementara itu, Plt Kepala Damkarmat Tulungagung Galih Nusantara mengakui belum seluruh lokasi publik memiliki hidran. Pihaknya masih melakukan pendataan dan analisis untuk menentukan titik yang membutuhkan penambahan sarana tersebut.
“Memang masih ada beberapa lokasi publik yang belum memiliki hidran. Saat ini kami masih melakukan pendataan dan analisis untuk kebutuhan penambahan, termasuk di Pasar Rejotangan dan sejumlah lokasi publik lainnya,” ungkap Galih.
Untuk hidran yang sudah tersedia, Damkarmat juga menggandeng stakeholder di masing-masing lokasi. Perawatan tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas pemadam, tetapi juga pengelola fasilitas.
“Kami juga mengajak stakeholder yang ada di lokasi untuk bersama-sama melakukan perawatan. Jadi bukan hanya Damkar, tetapi pengelola lokasi juga ikut menjaga agar hidran tetap dalam kondisi siap digunakan,” jelasnya.
Galih menambahkan, keberadaan hidran yang terawat menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat penanganan kebakaran. Terutama di kawasan publik dengan aktivitas masyarakat yang padat.
Karena itu, Damkarmat akan terus melakukan pemetaan kebutuhan hidran. Langkah tersebut dilakukan agar sarana pemadaman dapat tersedia secara lebih merata di lokasi publik yang dinilai memiliki tingkat kerawanan kebakaran. (nas)






Komentar