Foto: Kantor sekretariat satgas MBG Kabupaten Tulungagung. Kini ada 18 SPPG disetop sementara. (afif)
TULUNGAGUNG | JATIM TERKINI – Penyaluran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Tulungagung belum berjalan maksimal. Sejumlah sekolah dilaporkan belum menerima distribusi makanan bergizi akibat penghentian sementara operasional beberapa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Data yang dihimpun menunjukkan ada 18 SPPG di Tulungagung yang saat ini berstatus suspend. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap kelancaran distribusi MBG kepada siswa penerima manfaat di sejumlah sekolah.
Ketua Satgas MBG Tulungagung Johanes Bagus Kuncoro mengatakan, penghentian sementara operasional itu disebabkan sejumlah persoalan yang belum terselesaikan. Salah satunya terkait pembayaran karyawan yang belum tuntas sehingga aktivitas pelayanan tidak dapat berjalan normal.
“Beberapa SPPG tidak bisa beroperasi karena masih ada karyawan yang belum menerima haknya,” ujarnya, Senin (8/6).
Selain persoalan tenaga kerja, sejumlah SPPG juga masih terkendala pemenuhan persyaratan teknis. Di antaranya fasilitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang belum dibenahi serta belum tersedianya tenaga ahli gizi sesuai ketentuan yang berlaku.
Bagus menjelaskan, 18 SPPG yang disuspend tersebut merupakan bagian dari total 127 SPPG yang telah terbentuk di Kabupaten Tulungagung. Saat ini proses pembenahan terus dilakukan agar seluruh satuan layanan dapat kembali beroperasi.
“Masih dilakukan pembenahan dan monitoring evaluasi oleh koordinator wilayah. Kami melihat sejauh mana persyaratan yang kurang itu sudah dipenuhi atau belum,” katanya.
Menurut dia, hasil monitoring dan evaluasi akan menjadi dasar penentuan status operasional masing-masing SPPG. Jika seluruh syarat telah dipenuhi, maka layanan dapat kembali dijalankan untuk mendukung program MBG di sekolah-sekolah.
Sementara itu, Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Tulungagung Sebrina Mahardika belum memberikan tanggapan terkait penghentian sementara 18 SPPG tersebut. Upaya konfirmasi melalui sambungan telepon hingga berita ini ditulis belum memperoleh respons.
Pemantauan terhadap proses pembenahan masih terus dilakukan agar distribusi MBG kepada siswa di Tulungagung dapat kembali berjalan normal dan tidak mengganggu pelaksanaan program yang menjadi salah satu prioritas pemerintah pusat tersebut.
Reporter: Nasrul K.







