Foto: Petugas memasang portal agar pengguna jalan tidak bandel. Ada empat jalur alternatif di Gondang yang dipasangi portal. (afif)
TULUNGAGUNG | JATIM TERKINI – Petugas gabungan memasang portal pembatas ketinggian kendaraan di empat titik jalur alternatif di Kecamatan Gondang, Senin (29/6). Langkah tersebut dilakukan untuk menghentikan kendaraan bertonase tinggi yang masih nekat melintas meski Jembatan Gondang ditutup.
Pemasangan portal dilakukan tim Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) bersama pemerintah desa setempat. Keempat titik portal berada di Simpang Empat Cabe, Simpang Tiga barat Kantor Kecamatan Gondang, Simpang Tiga Mojoarum, dan Simpang Empat Pampang.
KBO Satlantas Polres Tulungagung Iptu Ahmad Zainudin mengatakan, pemasangan portal merupakan tindak lanjut atas banyaknya keluhan warga terkait truk bertonase besar yang memanfaatkan jalur alternatif.
“Selama ini masih banyak kendaraan bertonase tinggi yang mengabaikan rambu pengalihan arus dan tetap melintas di jalan alternatif. Karena itu kami memasang portal di empat titik,” ujarnya.
Menurut Ahmad, sebelumnya petugas telah memasang 32 rambu pengalihan arus. Namun, upaya tersebut belum efektif karena masih banyak sopir truk yang memilih melintasi jalan desa.
Akibatnya, sejumlah ruas jalan alternatif, terutama di Desa Mojoarum, mengalami kerusakan lantaran tidak dirancang menahan beban kendaraan berat.
“Jalan tersebut memang bukan diperuntukkan bagi kendaraan bertonase tinggi, sehingga kerusakan tidak bisa dihindari,” jelasnya.
Dengan pemasangan portal, kendaraan roda enam atau lebih dipastikan tidak lagi bisa melintas di jalur alternatif tersebut. Meski demikian, warga setempat tetap diberi dispensasi apabila membutuhkan truk logistik untuk keperluan tertentu, seperti hajatan atau distribusi material.
Mekanismenya, warga dapat berkoordinasi dengan pemerintah desa. Kunci portal telah diserahkan kepada masing-masing kepala desa sehingga dapat dibuka sewaktu-waktu untuk kebutuhan warga.
“Portal tidak dibuka untuk kendaraan umum maupun truk dari luar daerah. Tujuannya agar masyarakat sekitar tidak terus dirugikan akibat kerusakan jalan,” tegas Ahmad.
Sementara itu, Pelaksana Harian Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan Tulungagung, Ferdi menilai pemasangan portal seharusnya dilakukan sejak awal penutupan Jembatan Gondang.
“Kalau pemasangan portal dilakukan bersamaan dengan penutupan jembatan, penguraian kemacetan dan pengendalian arus lalu lintas akan lebih efektif,” katanya.
Reporter : Nasrul K.







