Foto : Alat berat didatangkan untuk membongkar jembatan Junjung. Kini pembangunan jembatan dimulai, dan target tuntas enam bulan. (ist)
TULUNGAGUNG | JATIM TERKINI – Penantian warga Desa Junjung, Kecamatan Sumbergempol, akhirnya terjawab. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung resmi memulai pembangunan kembali Jembatan Junjung yang rusak berat sejak lebih dari setahun lalu.
Proyek rekonstruksi senilai sekitar Rp 7,5 miliar tersebut dikerjakan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Tulungagung Tahun Anggaran 2026. Pemerintah menargetkan pembangunan rampung dalam waktu enam bulan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tulungagung, Erwin Novianto mengatakan, seluruh tahapan administrasi telah diselesaikan, mulai dari perizinan hingga proses lelang. Dengan demikian, pekerjaan konstruksi kini telah memasuki tahap pelaksanaan.
“Seluruh administrasi, termasuk izin dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan proses lelang sudah selesai. Saat ini pekerjaan fisik sudah mulai dilaksanakan,” ujarnya.
Erwin menjelaskan, desain jembatan baru berbeda dengan konstruksi sebelumnya. Jembatan akan menggunakan sistem balok gerber tanpa pilar di tengah aliran sungai. Desain tersebut dipilih untuk meningkatkan kekuatan struktur sekaligus meminimalkan risiko kerusakan akibat derasnya arus sungai saat musim hujan.
Selama proses pembangunan berlangsung, masyarakat diminta memanfaatkan jalur alternatif yang telah disiapkan. Pengguna jalan juga diimbau mematuhi rambu-rambu dan petunjuk di sekitar lokasi proyek demi keselamatan bersama.
Jika cuaca mendukung, pengerjaan diperkirakan dapat selesai lebih cepat dari target. Dengan begitu, akses penghubung antarwilayah yang selama ini terputus dapat kembali difungsikan.
Seperti diketahui, Jembatan Junjung mengalami kerusakan berat setelah fondasi pilar tergerus arus sungai yang membawa material dan tumpukan eceng gondok. Kondisi tersebut menyebabkan bagian tengah jembatan ambles hingga tidak lagi bisa dilalui kendaraan.
Rencana pembangunan sempat tertunda akibat proses penganggaran dan perizinan. Setelah seluruh persyaratan terpenuhi, proyek rekonstruksi akhirnya dapat direalisasikan pada tahun ini.
Pemkab berharap jembatan baru nantinya mampu mengembalikan konektivitas masyarakat Desa Junjung dan wilayah sekitarnya. Selain mempermudah mobilitas warga, keberadaan jembatan juga diharapkan memperlancar distribusi hasil pertanian, aktivitas ekonomi, hingga akses pendidikan yang selama ini terganggu akibat putusnya jalur penghubung.
Reporter : Aris










Komentar