Foto : Tim dari Kementerian PU melakukan survei lokasi yang diusulkan Pemkab Tulungagung untuk memastikan kesiapan lahan sebelum proyek dimula
TULUNGAGUNG | JATIM TERKINI – Rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Tulungagung semakin mendekati tahap pelaksanaan. Tim dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah melakukan survei lokasi yang diusulkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung untuk memastikan kesiapan lahan sebelum proyek dimulai.
Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial (Dinsos) Tulungagung, Efif Sakti Wibowo, mengatakan survei yang dilakukan Kamis (23/7) itu mencakup berbagai aspek teknis. Di antaranya ketersediaan jaringan listrik, sumber air, akses mobilitas menuju lokasi hingga kondisi vegetasi yang ada di kawasan tersebut.
“Tim mengecek kesiapan lokasi, mulai dari listrik, akses mobilitas, sumber air hingga tanaman yang berada di lahan,” ujar Efif saat dikonfirmasi di kantornya, Jumat (24/7).
Menurutnya, akses menuju kawasan Sekolah Rakyat nantinya akan diperkuat dengan pembangunan dua jembatan. Satu jembatan memanfaatkan akses di Rusunawa Jepun, sedangkan satu jembatan lainnya akan dibangun di sisi timur rusunawa.
Ia memastikan kebutuhan utilitas dasar, seperti listrik dan air bersih, telah tersedia sehingga tidak menjadi kendala dalam pelaksanaan pembangunan.
Di lokasi yang akan dibangun saat ini masih terdapat tanaman tebu. Namun, tanaman tersebut sudah tidak lagi terikat kontrak sehingga dapat ditebang sewaktu-waktu ketika proses pembangunan dimulai.
Lahan yang diusulkan merupakan aset milik Pemkab Tulungagung dengan luas sekitar 5,2 hektare. Area tersebut terbagi menjadi dua bidang yang dipisahkan oleh aliran sungai.
“Bidang di sebelah utara Rusunawa akan dimanfaatkan sebagai pusat sarana olahraga. Sedangkan lahan di bagian timur akan dibangun asrama serta pusat kegiatan belajar mengajar,” jelasnya.
Efif menambahkan, pembangunan Sekolah Rakyat Tulungagung masuk dalam pelaksanaan tahap ketiga program nasional tersebut. Sesuai rencana, proses konstruksi akan dimulai pada Oktober 2026 dengan estimasi waktu pengerjaan sekitar enam hingga tujuh bulan.
“Kalau sesuai jadwal, pembangunan mulai Oktober dan diperkirakan selesai dalam waktu enam sampai tujuh bulan,” pungkasnya. (nas)










Komentar