Foto: Alumni SMKN 2 bersama salah satu karyawan perusahaan di depan stand job fair. (ris)
TRENGGALEK | JATIM TERKINI – Upaya meningkatkan keterserapan lulusan terus dilakukan SMKN 2 Trenggalek. Hasilnya, hampir separuh siswa yang akan lulus tahun ini telah mengantongi pekerjaan bahkan sebelum menyelesaikan pendidikan di bangku sekolah.
Kepala SMKN 2 Trenggalek, Masrur Hanafi mengatakan, berbagai program disiapkan untuk mempertemukan siswa dengan dunia industri. Salah satunya melalui pelaksanaan job fair yang rutin digelar setiap tahun.
“Ini job fair yang ketiga. Selain itu, siswa setelah semester IV menjalani praktik kerja industri (prakerin) atau magang industri selama satu semester,” ujarnya.
Menurut Hanafi, setelah menyelesaikan masa magang, siswa mendapatkan pembelajaran yang difokuskan pada kesiapan memasuki dunia kerja. Program tersebut dikenal sebagai bulan industri yang di dalamnya juga terdapat proses rekrutmen perusahaan.
Sekolah juga menghadirkan berbagai perusahaan untuk memberikan pembekalan terkait proses seleksi kerja. Mulai dari simulasi wawancara, asesmen, hingga pemahaman peluang kerja di berbagai sektor industri.
“Kami mendatangkan HRD dari berbagai perusahaan. Setelah pembekalan, langsung dilakukan rekrutmen. Jadi sejak awal semester VI siswa sudah mulai mengikuti proses seleksi kerja,” jelasnya.
Berdasarkan data sekolah, hingga saat ini sebanyak 337 siswa telah diterima bekerja di 51 perusahaan. Penempatan tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga di luar negeri, termasuk Jepang.
“Ada 16 siswa yang saat ini masih dalam proses penempatan kerja ke luar negeri dan kemungkinan jumlahnya masih bertambah,” katanya.
Hanafi menambahkan, target sekolah adalah memastikan sebagian besar lulusan terserap dunia kerja dalam waktu satu tahun setelah lulus. Untuk memantau capaian tersebut, sekolah melakukan tracer study secara berkala.
“Tahun depan kami menargetkan minimal 81 persen lulusan terserap. Saat ini sebelum lulus sudah hampir 48 persen siswa yang diterima bekerja,” ungkapnya.
Pada pelaksanaan job fair tahun ini, tersedia 1.443 lowongan kerja dari 29 perusahaan. Selain menyiapkan kompetensi kejuruan, sekolah juga memberikan perhatian pada aspek kebugaran fisik dan penguatan soft skill siswa.
“Industri membutuhkan tenaga kerja yang bugar. Selain itu, kami menghadirkan pelaku industri untuk memberikan wawasan tentang budaya kerja, SOP di perusahaan, dan keterampilan nonteknis yang dibutuhkan dunia kerja,” pungkasnya.
Reporter : Aris H.







