Foto : Hanya dua anak yang mendaftar sebagai siswa di SDN 2 Plandaan. (anas)
TULUNGAGUNG | JATIM TERKINI – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 menyisakan ironi bagi sejumlah sekolah dasar di Kabupaten Tulungagung. Salah satunya dialami SDN 2 Plandaan, Kecamatan Kedungwaru, yang hanya memperoleh dua murid baru pada tahun ajaran ini.
Minimnya jumlah peserta didik baru diduga tidak lepas dari isu yang sempat beredar di masyarakat sejak 2017. Saat itu, muncul kabar bahwa sekolah tersebut sudah tidak beroperasi atau “mati”, sehingga berdampak pada menurunnya minat masyarakat menyekolahkan anaknya di SD tersebut.
Kepala SDN 2 Plandaan, Siti Komariyah mengatakan, berbagai upaya telah dilakukan untuk menjaring calon peserta didik. Bahkan, sosialisasi dilakukan jauh sebelum pelaksanaan SPMB dimulai.
“Kami sudah bergerak sejak tiga sampai empat bulan sebelum SPMB. Kami mendatangi taman kanak-kanak hingga door to door ke rumah calon siswa di Desa Plandaan,” ujarnya, Senin (13/7).
Menurutnya, pada awal pendataan terdapat empat calon siswa yang berencana mendaftar. Namun, hingga penutupan pendaftaran hanya dua siswa yang benar-benar masuk.
Saat ini, jumlah seluruh peserta didik di SDN 2 Plandaan hanya 16 anak dari kelas I hingga kelas VI. Rinciannya, kelas I dua siswa, kelas II dua siswa, kelas III dua siswa, kelas IV empat siswa, kelas V tiga siswa, dan kelas VI tiga siswa.
Siti mengaku, isu bahwa sekolah sudah tidak aktif masih kerap dipercaya sebagian masyarakat. Padahal kegiatan belajar mengajar tetap berjalan normal hingga sekarang.
“Padahal sekolah kami tetap aktif melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Namun isu yang berkembang sejak beberapa tahun lalu masih berpengaruh terhadap kepercayaan masyarakat,” ungkapnya.
Sementara itu, Kasi Kelembagaan Bidang SD Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung, Rifka Zuyun Umadah, menyebut fenomena minimnya pendaftar tidak hanya terjadi di SDN 2 Plandaan.
Berdasarkan data sementara hasil pelaksanaan SPMB 2026, dari total 634 SD di Tulungagung terdapat tiga sekolah yang belum memperoleh satu pun murid baru, yakni SD Swasta Dlodo di Kecamatan Kalidawir, SDN 4 Besuki, dan SDN 5 Bungur di Kecamatan Karangrejo.
Selain itu, beberapa sekolah juga hanya memperoleh sedikit peserta didik. Di antaranya SDN Sembon dengan satu siswa, SDN 2 Plandaan satu hingga dua siswa sesuai pembaruan data, serta SDN Pucung yang mendapat dua siswa.
“Data ini masih bersifat sementara. Rekapitulasi final sekolah dengan jumlah pendaftar minim kemungkinan selesai pada Selasa besok,” kata Rifka.
Reporter : Anas










Komentar