Luas Lahan Tebu Tulungagung Bertambah, Program Bongkar Ratoon Digenjot untuk Swasembada Gula

Sabtu, 23 Mei 2026 - 15:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin menghadiri  tanam tebu perdana bongkar ratoon di Desa Pinggirsari, Kecamatan Ngantru, Sabtu (23/5).

TULUNGAGUNG | JATIM TERKINI – Pemkab Tulungagung terus mendorong peningkatan produksi tebu guna mendukung program nasional swasembada gula konsumsi maupun industri. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui program bongkar ratoon atau peremajaan tanaman tebu lama dengan varietas baru yang lebih produktif.

Program tersebut ditandai dengan tanam tebu perdana bongkar ratoon di Desa Pinggirsari, Kecamatan Ngantru, Sabtu (23/5).

Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin mengatakan, luas lahan tebu di Tulungagung mengalami peningkatan signifikan. Dari sebelumnya sekitar 1.055 hektare dengan tambahan akomodasi 200 hektare, kini total luas lahan mencapai 1.175 hektare.

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung program swasembada gula ini,” ujarnya.

Menurut Baharudin, program bongkar ratoon dilakukan untuk meremajakan bibit tebu yang sudah lama ditanam agar sesuai dengan target produktivitas. Dengan pendampingan intensif dari penyuluh pertanian lapangan (PPL) dan penerapan teknologi modern, produktivitas tebu ditargetkan bisa mencapai 150 ton per hektare.

Dia meminta para PPL aktif mendampingi petani, mulai proses tanam hingga perawatan. Petani juga diminta mengikuti arahan teknis dari PPL maupun pabrik gula agar hasil produksi maksimal.

“Saya mohon PPL mendampingi secara intens agar petani mendapatkan informasi dan teknologi modern sesuai teori yang diterapkan pabrik gula,” katanya.

Selain itu, pihak pabrik gula diminta terus membimbing petani serta menampung hasil panen tebu di PG Modjopanggoong dengan harga yang kompetitif sehingga kesejahteraan petani meningkat.

“Lahan kosong dan lahan tidur harus dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan hasil pertanian dan memenuhi kebutuhan pokok,” tegasnya.

Baharudin juga meminta dukungan dari TNI, Polri, dan Dinas Pertanian untuk terus memberikan pendampingan kepada petani agar tidak tertinggal perkembangan teknologi pertanian.

Sementara itu, Pelaksana Harian General Manager PG Modjopanggoong Tulungagung Kikin Gunarko, menilai program bongkar ratoon akan berdampak positif terhadap peningkatan produktivitas gula sekaligus pendapatan petani tebu.

Menurutnya, penggunaan varietas baru diharapkan mampu menjaga produktivitas tanaman tetap tinggi dan hasil panen semakin optimal.

Reporter : Nasrul K.

Berita Terkait

Uwi Ungu Tumbuh Subur, Polsek Wates Intensif Lakukan Pendampingan untuk Dukung Ketahanan Pangan
Antisipasi El Nino, Pemkab Tulungagung Tunggu Bantuan Pompa Air dari Kementan
Panen Raya Padi di Podorejo, Harga Gabah Tembus Rp 7.500 per Kilogram
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 13:18 WIB

Uwi Ungu Tumbuh Subur, Polsek Wates Intensif Lakukan Pendampingan untuk Dukung Ketahanan Pangan

Sabtu, 23 Mei 2026 - 15:16 WIB

Luas Lahan Tebu Tulungagung Bertambah, Program Bongkar Ratoon Digenjot untuk Swasembada Gula

Senin, 27 April 2026 - 19:33 WIB

Antisipasi El Nino, Pemkab Tulungagung Tunggu Bantuan Pompa Air dari Kementan

Senin, 27 April 2026 - 19:26 WIB

Panen Raya Padi di Podorejo, Harga Gabah Tembus Rp 7.500 per Kilogram

Berita Terbaru