Antisipasi El Nino, Pemkab Tulungagung Tunggu Bantuan Pompa Air dari Kementan

Senin, 27 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin.

TULUNGAGUNG | JATIM TERKINI – Pemerintah Kabupaten Tulungagung mulai menyiapkan langkah antisipasi menghadapi potensi kekeringan akibat fenomena El Nino. Salah satunya dengan menunggu bantuan pompa air dari Kementerian Pertanian (Kementan) untuk mendukung kebutuhan irigasi di lahan persawahan.

Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin mengatakan, bantuan pompa air tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat dalam menjaga produktivitas pertanian saat musim kering.
“Kemarin sudah ada sosialisasi dari kementerian untuk menghadapi El Nino. Kita ada bantuan pompa air,” ujar Ahmad Baharudin di sela panen raya padi di Desa Podorejo, Kecamatan Sumbergempol, Senin (27/4).
Menurutnya, pompa bantuan dari Kementan nantinya diprioritaskan untuk areal persawahan yang belum memiliki saluran irigasi memadai. Dengan demikian, lahan yang berpotensi terdampak kekeringan tetap bisa mendapatkan suplai air.
“Jadi sawah yang tidak teraliri air kita bantu dengan pompa air,” terangnya.
Meski demikian, Ahmad meminta masyarakat, khususnya petani, tidak perlu terlalu khawatir terhadap dampak El Nino. Sebab, kondisi ketahanan pangan di Tulungagung saat ini dinilai masih aman.
Ia menyebut, stok pangan masih mencukupi hingga 11 bulan ke depan. Selain itu, panen raya yang masih berlangsung turut memperkuat ketersediaan beras di daerah.
“Alhamdulillah kebutuhan pangan aman. Saat ini pun juga masih ada panen raya,” paparnya.
Pemkab berharap produksi padi tahun ini tetap terjaga meskipun dihadapkan pada ancaman musim kering. Bahkan, target surplus produksi seperti tahun 2025 lalu diharapkan kembali tercapai.
“Tahun lalu surplus. Harapannya tahun ini juga surplus. Tidak ada penurunan,” ungkapnya.
Sementara itu, Direktur Pengadaan Perum Bulog Prihasto Setyanto mengatakan, cadangan beras nasional saat ini masih dalam kondisi aman, yakni sekitar 5,01 juta ton dan terus diperkuat untuk menjaga stabilitas pangan nasional.
Menurutnya, meskipun pemerintah menjalankan berbagai program kesejahteraan masyarakat seperti bantuan pangan dan penyaluran beras SPHP, stok beras tetap terjaga untuk menghadapi potensi dampak El Nino.
“Jadi ketahanan pangan kita sampai 11 bulan masih aman,” pungkasnya.

Reporter : Nasrul K.

Berita Terkait

Kemarau Mulai Terasa, Sejumlah Sawah di Tulungagung Alami Kekeringan
Uwi Ungu Tumbuh Subur, Polsek Wates Intensif Lakukan Pendampingan untuk Dukung Ketahanan Pangan
Luas Lahan Tebu Tulungagung Bertambah, Program Bongkar Ratoon Digenjot untuk Swasembada Gula
Panen Raya Padi di Podorejo, Harga Gabah Tembus Rp 7.500 per Kilogram

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 10:46

Kemarau Mulai Terasa, Sejumlah Sawah di Tulungagung Alami Kekeringan

Rabu, 10 Juni 2026 - 13:18

Uwi Ungu Tumbuh Subur, Polsek Wates Intensif Lakukan Pendampingan untuk Dukung Ketahanan Pangan

Sabtu, 23 Mei 2026 - 15:16

Luas Lahan Tebu Tulungagung Bertambah, Program Bongkar Ratoon Digenjot untuk Swasembada Gula

Senin, 27 April 2026 - 19:33

Antisipasi El Nino, Pemkab Tulungagung Tunggu Bantuan Pompa Air dari Kementan

Senin, 27 April 2026 - 19:26

Panen Raya Padi di Podorejo, Harga Gabah Tembus Rp 7.500 per Kilogram

Berita Terbaru