Sensus Ekonomi 2026 Mulai Digelar, Bidik Pendataan Lebih dari 143 Ribu Usaha

Jumat, 12 Juni 2026 - 18:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin menyalami petugas sensus ekonomi 2026 sebagai tanda dimulainya sensus. (afif)

TULUNGAGUNG | JATIM TERKINI – Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Tulungagung resmi dimulai. Program nasional yang digelar oleh Badan Pusat Statistik (BPS) ini ditargetkan mampu memetakan lebih dari 143 ribu unit usaha yang tersebar di berbagai sektor ekonomi di wilayah Tulungagung.

Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 berlangsung di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Jumat (12/6). Kegiatan tersebut dihadiri Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin, jajaran Forkopimda, seluruh camat, serta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Kepala BPS Kabupaten Tulungagung Dyah Sari Prihantari menjelaskan, sensus ekonomi akan mencakup seluruh sektor usaha, mulai perdagangan, jasa, industri, hingga sektor pertanian. Pendataan juga dilakukan terhadap bangunan usaha dan aktivitas ekonomi yang ada di masyarakat.

“Petugas akan mendatangi rumah-rumah secara door to door, termasuk melakukan pendataan di kantor-kantor dan tempat usaha,” ujarnya.

Menurut Dyah, pelaksanaan pendataan lapangan dijadwalkan mulai 15 Juni 2026. Seluruh petugas sensus telah dipersiapkan untuk turun ke lapangan guna mengumpulkan data secara langsung.

Ia menjelaskan, proses pendataan akan melibatkan informasi dari tingkat RT sebagai dasar pemetaan jumlah pelaku usaha di setiap wilayah. Dengan metode tersebut, BPS berharap dapat memperoleh data yang lebih akurat dan komprehensif.

Berdasarkan catatan BPS, pada Sensus Ekonomi 2016 terdapat sekitar 135 ribu unit usaha di Kabupaten Tulungagung. Pada pelaksanaan tahun ini, jumlah tersebut diperkirakan meningkat hingga lebih dari 143 ribu usaha.

“Melalui sensus ini nantinya kita bisa mendapatkan peta ekonomi Tulungagung secara lebih jelas, termasuk sektor-sektor yang menjadi penopang utama perekonomian daerah, baik pertanian, perdagangan maupun sektor lainnya,” jelas Dyah.

Sementara itu, Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Menurutnya, data yang dihasilkan akan menjadi dasar penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan dan penguatan ekonomi daerah.

Ia juga berharap masyarakat, khususnya para pelaku usaha, dapat memberikan informasi yang benar kepada petugas sensus sehingga data yang diperoleh benar-benar menggambarkan kondisi ekonomi riil di Kabupaten Tulungagung.

“Data yang akurat akan sangat membantu pemerintah dalam menyusun program pembangunan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat ke depan,” pungkasnya.

Reporter : Nasrul K.

Berita Terkait

Pasar Wage Mati Suri, Disperindag Layangkan Teguran ke Pedagang Mangkir
Peternak Ayam Petelur Demo Simpatik, Bagikan 5.000 Butir Gratis di Nol Kilometer
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 18:14 WIB

Sensus Ekonomi 2026 Mulai Digelar, Bidik Pendataan Lebih dari 143 Ribu Usaha

Selasa, 9 Juni 2026 - 22:19 WIB

Pasar Wage Mati Suri, Disperindag Layangkan Teguran ke Pedagang Mangkir

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:08 WIB

Peternak Ayam Petelur Demo Simpatik, Bagikan 5.000 Butir Gratis di Nol Kilometer

Berita Terbaru