Panen Raya Padi di Podorejo, Harga Gabah Tembus Rp 7.500 per Kilogram

Senin, 27 April 2026 - 19:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin, memberikan sambutan dalam panen raya padi di Desa Podorejo, Kecamatan Sumbergempol. (ist)

TULUNGAGUNG | JATIM TERKINI – Hamparan sawah di Desa Podorejo, Kecamatan Sumbergempol, Senin (27/4) dipenuhi masyarakat. Di tempat tersebut digelar panen raya padi yang digelar bersama Perum Bulog dan Pemkab Tulungagung. Panen raya ini menjadi penanda meningkatnya produktivitas pertanian sekaligus membawa kabar baik bagi petani.

Kegiatan tersebut dihadiri Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin, Ketua Komisi VI DPR RI Dr Hj Anggia Erma Rini, jajaran Perum Bulog Kanwil Jawa Timur, Direktur Pengadaan Perum Bulog, hingga kelompok tani setempat.

Plt Bupati Ahmad Baharudin mengatakan, hasil panen kali ini melebihi perkiraan. Bahkan, harga gabah kering sawah saat ini mencapai lebih dari Rp 7.000 per kilogram dan sempat menyentuh Rp 7.500 per kilogram. Angka itu berada di atas harga patokan yang ditetapkan Bulog.

“Alhamdulillah, hasil panen kali ini melebihi prediksi. Ini tentu menjadi kabar baik bagi para petani agar semakin semangat dalam menanam padi,” ujarnya.

Menurut dia, keberhasilan tersebut tidak lepas dari dukungan banyak pihak. Mulai dari peran TNI, penyuluh pertanian, hingga fasilitas yang diberikan pemerintah kepada para petani.

Berdasarkan data Dinas Pertanian, Kabupaten Tulungagung pada 2025 berhasil mencatat surplus produksi beras. Bahkan, daerah ini ikut menopang kebutuhan beras di tingkat provinsi.

Baharudin juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan alam dalam aktivitas pertanian. Petani diminta tidak berlebihan menggunakan pestisida agar kesuburan tanah tetap terjaga.

“Panen ini adalah panen keberkahan. Kita harus bersyukur. Dari satu butir padi bisa menghasilkan ratusan butir beras. Ini bukti kemurahan Allah SWT yang wajib kita jaga dengan merawat alam sebaik-baiknya,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Komisi VI DPR RI Anggia Erma Rini mengapresiasi capaian pertanian Tulungagung yang dinilai luar biasa. Menurutnya, keberhasilan ini menjadi bagian dari pencapaian nasional, di mana sejak 2025 Indonesia mencatat stok beras terbesar sepanjang sejarah.

“Ini kebanggaan luar biasa. Tidak hanya untuk Tulungagung, tetapi juga untuk Indonesia. Kita bahkan sudah tidak impor beras lagi sejak 2025,” ungkapnya.

Ia juga mendorong strategi lanjutan agar Indonesia tidak hanya mandiri pangan, tetapi juga mampu menembus pasar ekspor. Salah satu peluang yang dinilai potensial adalah pemenuhan kebutuhan beras bagi jamaah haji dan umrah.

Menurut Anggia, tingginya produktivitas pertanian di Tulungagung ditopang oleh teknologi, kondisi alam yang mendukung, serta kerja keras petani dan penyuluh.

“Kalau melihat hamparan sawah yang begitu indah dan produktif seperti ini, kita harus optimistis Indonesia mampu mandiri pangan, bahkan menjadi pemain utama di pasar global,” tandasnya.

Panen raya ini menjadi momentum penting memperkuat sinergi pemerintah pusat, daerah, dan petani dalam mewujudkan kedaulatan pangan berkelanjutan.

Reporter : Aris H.

Berita Terkait

Antisipasi El Nino, Pemkab Tulungagung Tunggu Bantuan Pompa Air dari Kementan
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 19:33 WIB

Antisipasi El Nino, Pemkab Tulungagung Tunggu Bantuan Pompa Air dari Kementan

Senin, 27 April 2026 - 19:26 WIB

Panen Raya Padi di Podorejo, Harga Gabah Tembus Rp 7.500 per Kilogram

Berita Terbaru