Foto : Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin mengalungkan surban kepada petugas haji Tulungagung. Tahun ini berangkat 1.178 Calon Jamaah Haji, Enam Batal karena Sakit. (ist)
TULUNGAGUNG | JATIM TERKINI – Pemerintah Kabupaten Tulungagung secara resmi melepas keberangkatan calon jamaah haji 2026. Total sebanyak 1.178 jamaah dipastikan siap berangkat ke Tanah Suci, meski jumlah tersebut masih bersifat dinamis hingga hari pemberangkatan.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, berpesan agar para jamaah tidak hanya menjalankan ibadah, tetapi juga mampu menjadi teladan dan membawa nilai-nilai kebaikan bagi masyarakat sepulang dari haji.
“Harapan kami, para jamaah bisa memberikan pencerahan bagi masyarakat Tulungagung,” ujarnya, Kamis (7/5).
Namun demikian, sebanyak enam orang gagal berangkat karena kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan serta dinyatakan tidak istitaah.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Tulungagung, Suryani, menjelaskan bahwa jumlah awal jamaah mencapai 1.179 orang. Rinciannya terdiri dari 1.161 jamaah murni, 12 petugas kloter, lima Petugas Haji Daerah (PHD), dan satu pembimbing KBIHU.
“Namun, kami menerima kabar satu jamaah asal Sumbergempol meninggal dunia, sehingga total berkurang menjadi 1.178 orang. Jika pasangannya memutuskan menunda keberangkatan, maka jumlahnya menjadi 1.177,” jelasnya.
Suryani menambahkan, saat ini terdapat tujuh jamaah yang tidak jadi berangkat. Enam di antaranya sudah dipastikan batal, sedangkan satu lainnya masih menunggu keputusan dari pasangan jamaah yang meninggal dunia.
“Jumlah ini masih bisa berubah hingga hari pemberangkatan, baik karena faktor kesehatan maupun kemungkinan adanya tambahan kuota dari daerah lain,” tambahnya.
Pemkab Tulungagung sendiri memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan haji tahun ini. Pemerintah daerah menanggung biaya operasional keberangkatan dan kepulangan jamaah, mulai dari transportasi bus dan truk koper menuju Embarkasi Surabaya, konsumsi, hingga penyediaan seragam batik khas Tulungagung.
“Dukungan ini sangat membantu, terutama untuk kebutuhan transportasi dan logistik jamaah,” kata Suryani.
Terkait dokumen perjalanan, seluruh proses visa jamaah dipastikan telah rampung. Meski sempat terjadi kendala teknis berupa perbedaan penulisan antara paspor dan visa pada beberapa jamaah, seluruhnya telah diselesaikan.
“Alhamdulillah, semua sudah beres. Secara umum tidak ada kendala berarti,” pungkasnya.
Tercatat, tahun ini calon jamaah termuda bernama Mahmud Ahmad Nezat, 18, warga Bendiljati wetan, Kecamatan Sumbergempol. Sedangkan jamaah tertua bernama Samadi, 96, warga Aryojeding, Kecamatan Rejotangan.
Reporter : Nasrul K.







