Tiga Sapi Jumbo Tulungagung Masuk Usulan Kurban Banpres, Bobot Tembus 1 Ton

Senin, 18 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Tulungagung Agus Suswantoro. (afif)

TULUNGAGUNG | JATIM TERKINI –  Tiga ekor sapi jumbo asal Kabupaten Tulungagung diusulkan menjadi hewan kurban bantuan presiden (banpres) untuk Hari Raya Idul Adha 2026. Ketiganya kini masih menunggu seleksi dari Sekretariat Negara (Setneg) RI sebelum dipilih satu ekor terbaik untuk dibeli Presiden RI Prabowo Subianto.

Sapi yang diusulkan merupakan jenis limousin dengan bobot lebih dari satu ton. Dua ekor berasal dari Kecamatan Karangrejo, sedangkan satu ekor lainnya dari Kecamatan Ngantru.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Tulungagung Agus Suswantoro mengatakan, pihaknya telah menerima surat dari Setneg RI terkait permintaan penyiapan sapi kurban banpres. Dalam surat tersebut disebutkan sapi yang diusulkan harus berjenis limousin dengan berat minimal satu ton.

“Sudah kami usulkan tiga ekor sapi sesuai kriteria. Sekarang masih menunggu persetujuan dari Setneg RI,” ujarnya, Senin (18/5).

Menurut Agus, tim dari Setneg nantinya akan turun langsung melakukan survei ke kandang peternak untuk menentukan sapi yang paling layak dijadikan hewan kurban presiden. Setelah dipilih, proses berikutnya adalah negosiasi harga antara pihak Setneg dengan peternak.

Biasanya harga sapi banpres memang berada di atas harga pasar. Sebab, sapi yang dipilih memiliki kualitas unggulan dengan bobot besar dan kondisi kesehatan yang prima. Tahun lalu, sapi kurban banpres di Tulungagung dibeli dengan harga Rp 99,5 juta. Tahun ini, nilainya diperkirakan bisa menembus lebih dari Rp 100 juta.

“Pihak Setneg tentu sudah mengetahui harga pasaran. Nanti tetap ada negosiasi langsung dengan peternak,” terang Agus.

Dia menambahkan, DPKH hanya bertugas melakukan pendampingan dan memastikan sapi yang diusulkan memenuhi syarat kesehatan maupun bobot yang telah ditentukan pemerintah pusat. Sementara proses pembayaran nantinya dilakukan langsung oleh pihak Setneg kepada peternak melalui transfer.

Reporter : Nasrul K.

Berita Terkait

Percepat Pemutakhiran Data Bansos, Dinsos Tulungagung Gelar Rakor Perlinsos di Kedungwaru
Lima Ranperda Disepakati, DPRD-Pemkab Tulungagung Perkuat Regulasi Daerah
Sumpah Pemuda ke-98, Plt Bupati Tulungagung Dorong Generasi Muda Berinovasi dan Jaga Persatuan
Bidik Peluang Kerja Industri Kreatif, Disnakertrans Latih 16 Anak Muda Desain Grafis
BRI Bantu Ambulans untuk Desa Joho, Permudah Akses Layanan Kesehatan Warga
21 Pejabat Eselon II Tulungagung Dirombak, Pejabat Kemendes Jadi Kepala DPMD
Pedagang Pasar Ngemplak Tolak Pembangunan KKMP, Pemkab Siapkan Alternatif
Pameran Museum Tulungagung 2026 Resmi Dibuka, Angkat Jejak Sejarah dan Budaya

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:55

Percepat Pemutakhiran Data Bansos, Dinsos Tulungagung Gelar Rakor Perlinsos di Kedungwaru

Jumat, 30 Oktober 2026 - 18:41

Lima Ranperda Disepakati, DPRD-Pemkab Tulungagung Perkuat Regulasi Daerah

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:35

Sumpah Pemuda ke-98, Plt Bupati Tulungagung Dorong Generasi Muda Berinovasi dan Jaga Persatuan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:26

Bidik Peluang Kerja Industri Kreatif, Disnakertrans Latih 16 Anak Muda Desain Grafis

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:07

BRI Bantu Ambulans untuk Desa Joho, Permudah Akses Layanan Kesehatan Warga

Berita Terbaru