Foto : Petugas memeriksa beberapa blok Lapas Tulungagung. (nas)
TULUNGAGUNG | JATIM TERKINI – Upaya menjaga keamanan dan ketertiban di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tulungagung diperketat. Razia gabungan dengan melibatkan aparat penegak hukum (APH) digelar untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan sekaligus mendeteksi dini keberadaan barang-barang terlarang di dalam blok hunian.
Razia dan penggeledahan tersebut dilaksanakan Rabu (23/9). Empat blok hunian menjadi sasaran pemeriksaan. Masing-masing terdiri atas tiga blok warga binaan pemasyarakatan (WBP) laki-laki dan satu blok WBP perempuan.
Kegiatan tersebut melibatkan jajaran Lapas Tulungagung bersama Polres Tulungagung, Kodim 0807 Tulungagung, BNN Kabupaten Tulungagung, Koramil, serta Polsek Kedungwaru. Kepala BNNK Tulungagung juga hadir langsung dalam pelaksanaan razia.
Kepala Lapas Kelas IIB Tulungagung Muhammad Kurnia mengatakan, razia merupakan langkah preventif sekaligus bagian dari deteksi dini untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban (kamtib) tetap terjaga. Kegiatan tersebut juga menindaklanjuti arahan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) serta mendukung 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas).
“Kolaborasi lintas sektor ini menjadi bagian penting dalam mendukung terciptanya lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan kondusif,” ujar Kurnia.
Dalam pelaksanaannya, personel gabungan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap kamar dan lingkungan blok hunian. Penggeledahan dilakukan dengan mengedepankan ketelitian dan profesionalitas serta tetap berpedoman pada standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.
Kurnia menegaskan, pengawasan terhadap blok hunian akan terus diperkuat. Tidak hanya melalui pemeriksaan rutin, tetapi juga dengan meningkatkan deteksi dini terhadap berbagai potensi gangguan keamanan.
“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan pengawasan dan deteksi dini terhadap setiap potensi gangguan keamanan dan ketertiban. Razia ini kami laksanakan secara menyeluruh dengan melibatkan seluruh jajaran serta dukungan dari TNI, Polri, dan BNN,” tegasnya.
Menurut dia, sinergi antarinstansi menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kondisi lapas tetap aman dan terkendali. Dengan situasi yang kondusif, proses pembinaan terhadap WBP diharapkan dapat berjalan secara optimal.
Razia gabungan tersebut sekaligus menjadi bentuk komitmen Lapas Tulungagung dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman dan tertib. Penguatan pengawasan diharapkan mampu meminimalkan potensi gangguan sehingga tujuan pembinaan WBP dapat berjalan sesuai ketentuan. (nas/ris)






Komentar