Foto : Petugas merekam pengendara langsung. Cara ETLE Handheld ini diberlakukan untuk menekan angka pelanggaran lalu lintas di Tulungagung. (afif)
TULUNGAGUNG | JATIM TERKINI – Satlantas Polres Tulungagung mulai memberlakukan sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) handheld untuk menekan angka pelanggaran lalu lintas di wilayahnya. Inovasi ini menjadi solusi penindakan modern, khususnya di titik-titik yang belum terjangkau kamera ETLE statis.
Kasatlantas Polres Tulungagung AKP Muhammad Taufik Nabila menjelaskan, ETLE handheld merupakan perangkat berbasis aplikasi ponsel yang terhubung langsung dengan database ETLE nasional. Sistem ini menjadi pengganti tilang manual yang selama ini dilakukan petugas di lapangan.
“Kami sekarang memiliki ETLE handheld. Ini bentuk penindakan pengganti tilang yang terkonfigurasi langsung dengan database ETLE,” ujarnya, Rabu (29/4).
Menurut Taufik, cara kerja alat ini cukup sederhana namun efektif. Petugas cukup memotret pengendara yang melakukan pelanggaran menggunakan aplikasi khusus di ponsel. Data pelanggaran tersebut kemudian langsung masuk ke pusat data tanpa harus menghentikan kendaraan di lokasi.
Selanjutnya, surat konfirmasi tilang akan dikirim ke alamat rumah pelanggar sesuai data kendaraan yang terdaftar. Namun, jika petugas memutuskan menghentikan pengendara di tempat, bukti pelanggaran juga bisa langsung diberikan.
“Nanti akan kami berikan bukti pelanggaran yang bisa ditebus pelanggar melalui bank,” tambahnya.
Pelanggaran yang menjadi prioritas penindakan melalui ETLE handheld ini adalah pelanggaran kasat mata, seperti tidak memakai helm, berboncengan lebih dari satu orang, hingga kendaraan yang tidak sesuai spesifikasi teknis.
Taufik menegaskan, sistem ini cukup akurat karena setiap penindakan hanya dapat diproses melalui aplikasi resmi yang terkoneksi langsung dengan sistem pusat.
Keunggulan utama ETLE handheld, lanjut dia, adalah fleksibilitasnya yang jauh lebih tinggi dibanding ETLE mobile berbasis mobil patroli. Karena hanya menggunakan ponsel, petugas bisa membawanya saat patroli rutin di berbagai lokasi.
Hal ini dinilai penting untuk menutup keterbatasan pengawasan lalu lintas di Tulungagung yang saat ini baru memiliki satu unit ETLE statis, yakni di Perempatan Tamanan.
“Ini lebih simpel, sehingga bisa dibawa ke mana pun dan kapan pun. Jadi ini untuk menutupi kekurangan ETLE statis yang masih terbatas di Tulungagung,” tandasnya.
Reporter : Nasrul K







