Foto : Petugas mengevakuasi jenazah laki-laki tanpa identitas yang tewas tertabrak KA Brawijaya di Rejotangan. (ist)
TULUNGAGUNG | JATIM TERKINI – Seorang laki-laki tanpa identitas (Mr X) tewas setelah tertabrak Kereta Api Brawijaya di jalur rel wilayah Desa Buntaran, Kecamatan Rejotangan, Selasa (7/7) dini hari. Hingga kini, polisi masih menyelidiki identitas korban serta penyebab pasti peristiwa tersebut.
Kapolsek Rejotangan AKP Kasiyanto mengatakan, kejadian bermula sekitar pukul 01.41 WIB saat petugas jaga perlintasan JPL 223, Bagus Susanto, melihat seorang laki-laki berjalan di atas rel dari arah barat ke timur. Petugas telah berupaya memperingatkan korban agar segera turun dari rel, namun peringatan itu tidak diindahkan.
Selanjutnya, Bagus menghubungi petugas Pos JPL 222, Hadi Purnomo, untuk melakukan pemantauan. Namun, karena kondisi di lokasi cukup gelap, keberadaan korban tidak terlihat melalui kamera pengawas (CCTV).
Sekitar pukul 01.56 WIB, Pusat Pengendali (Pusdal) PT KAI menginformasikan melalui radio adanya kecelakaan kereta api di wilayah Desa Buntaran. Mendapat laporan tersebut, petugas bersama Kepala Stasiun Rejotangan langsung menuju lokasi.
Di lokasi kejadian, petugas menemukan seorang laki-laki tanpa identitas telah tertabrak KA Brawijaya Nomor 38 relasi Gambir–Malang. Korban mengalami luka berat dan dinyatakan meninggal dunia di tempat.
“Korban merupakan laki-laki tanpa identitas dan meninggal dunia di lokasi kejadian,” ujar AKP Kasiyanto, Selasa (7/7).
Proses olah tempat kejadian perkara dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari personel Polsek Rejotangan, Kepala SPKT, Kanit Reskrim, serta Tim Inafis Polres Tulungagung. Jenazah korban kemudian dievakuasi untuk kepentingan identifikasi.
Polisi masih melakukan penyelidikan guna mengungkap identitas korban serta memastikan penyebab pasti insiden tersebut. Warga yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri sesuai korban diminta segera menghubungi Polsek Rejotangan atau Polres Tulungagung.
Reporter : Anas










Komentar