Lansia di Campurdarat Ditemukan Tewas Mengapung di Sumur Belakang Rumah

Selasa, 28 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Polisi memeriksa kondisi sumur, dimana lansia di Campurdarat ditemukan tewas mengapung. (ist)

TULUNGAGUNG | JATIM TERKINI – Seorang warga lanjut usia (lansia) di Desa Ngentrong, Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung, ditemukan meninggal dunia di dalam sumur belakang rumahnya, Selasa (28/7). Korban diketahui bernama K, 86, seorang petani setempat.

Korban pertama kali diketahui hilang sekitar pukul 04.00 WIB. Sang istri, Lasirah, menyadari suaminya tidak berada di dalam rumah, lalu meminta bantuan keluarga dan warga sekitar untuk melakukan pencarian.

Kasi Humas Polres Tulungagung Iptu Nanang Murdiyanto mengatakan, pencarian dilakukan oleh Arifin, 45, yang merupakan kerabat korban, bersama warga sekitar. Saat memeriksa sumur di belakang rumah, mereka menemukan korban sudah mengapung dalam kondisi meninggal dunia.

“Korban ditemukan berada di dalam sumur belakang rumah dalam keadaan mengapung dan sudah meninggal dunia,” ujar Nanang, Selasa (28/7).

Peristiwa itu kemudian dilaporkan kepada Pemerintah Desa Ngentrong dan diteruskan ke Polsek Campurdarat. Laporan diterima petugas sekitar pukul 05.20 WIB.

Petugas Polsek Campurdarat bersama Tim Inafis Polres Tulungagung dan tenaga kesehatan dari Puskesmas Campurdarat langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta pemeriksaan terhadap jenazah.

Hasil visum luar tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan maupun bekas penganiayaan pada tubuh korban. Polisi menduga korban terjatuh ke dalam sumur akibat kondisi fisiknya yang sudah renta.

“Korban sudah berusia lanjut dan kondisi kakinya lemah sehingga mengalami kesulitan saat berjalan. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” pungkas Nanang.

Jenazah selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Polisi memastikan peristiwa tersebut tidak mengarah pada tindak pidana setelah dilakukan pemeriksaan di lokasi kejadian. (nas)

Berita Terkait

66 Penerima MBG di Rejotangan Diduga Keracunan, SPPG Pakisrejo Ditutup Sementara
Kapolres Tulungagung Resmi Berganti, AKBP Wiwin Junianto Supriyadi Gantikan AKBP Ihram Kustarto
5 Ruko Pasar Ngemplak Ludes Terbakar, Diduga Dipicu Korsleting Freezer
3.000 Ayam Petelur Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp 400 Juta
Tentukan Arah Kiblat Lewat Rashdul Kiblat, Kemenag Tulungagung: Momen Tepat Kalibrasi Musala dan Masjid
Humanis, Polsek Kedungwaru Kawal Terlapor Gangguan Jiwa Dirujuk ke RSJ Lawang
Pria Pemancing Hilang Diduga Terseret Arus Sungai Brantas, SAR Sisir hingga 5 Kilometer
Rumah Makan Padang di Botoran Ludes Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik, Kerugian Capai Rp 250 Juta

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:16

66 Penerima MBG di Rejotangan Diduga Keracunan, SPPG Pakisrejo Ditutup Sementara

Rabu, 29 Juli 2026 - 10:57

Kapolres Tulungagung Resmi Berganti, AKBP Wiwin Junianto Supriyadi Gantikan AKBP Ihram Kustarto

Selasa, 28 Juli 2026 - 15:17

Lansia di Campurdarat Ditemukan Tewas Mengapung di Sumur Belakang Rumah

Senin, 20 Juli 2026 - 09:33

3.000 Ayam Petelur Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp 400 Juta

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:53

Tentukan Arah Kiblat Lewat Rashdul Kiblat, Kemenag Tulungagung: Momen Tepat Kalibrasi Musala dan Masjid

Berita Terbaru