Foto : Plt Bupati Tulungagung H. Ahmad Baharudin memberikan sambutan dalam Workshop Implementasi Perlinsos Digital dan Aplikasi SIKS-NG, Selasa (3/11), di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bangsa. (ist)
TULUNGAGUNG | JATIM TERKINI – Akurasi data menjadi kunci penyaluran bantuan sosial (bansos) agar tepat sasaran. Untuk itu, Pemkab Tulungagung terus mendorong percepatan implementasi perlindungan sosial (perlinsos) digital melalui penguatan integrasi data dan sistem administrasi di tingkat desa hingga kecamatan.
Komitmen tersebut ditegaskan Plt Bupati Tulungagung H. Ahmad Baharudin saat membuka Workshop Implementasi Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital dan Aplikasi Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG), Selasa (3/11), di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bangsa.
Kegiatan tersebut menjadi ajang evaluasi sekaligus koordinasi untuk menyinkronkan penggunaan aplikasi SIKS-NG, Cek Bansos, dan Portal Perlinsos Digital. Terlebih, pemerintah daerah dituntut mempercepat registrasi dan pemutakhiran data menjelang tenggat nasional pada Desember 2026.
Dalam sambutannya, Ahmad Baharudin mengapresiasi kerja keras jajaran Dinas Sosial beserta seluruh petugas pelaksana. Upaya tersebut membuahkan hasil positif. Posisi Kabupaten Tulungagung dalam implementasi program perlindungan sosial meningkat menjadi peringkat ke-19 dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur.
Meski demikian, dia mengingatkan agar capaian tersebut tidak membuat seluruh pihak berpuas diri. Sebab, validitas dan akurasi data menjadi faktor penentu keberhasilan program bantuan sosial.
“Jangan sampai ada warga yang benar-benar berhak justru gagal menerima bantuan hanya karena kesalahan teknis input di tingkat administrasi,” tegasnya.
Menurutnya, ketelitian petugas dalam melakukan registrasi, penginputan, hingga pemutakhiran data harus menjadi perhatian bersama. Sebab, kesalahan administrasi berpotensi berdampak langsung terhadap masyarakat yang membutuhkan bantuan pemerintah.
Workshop ini juga menghadirkan narasumber dari Dewan Ekonomi Nasional (DEN) serta Pusat Data dan Informasi Kesejahteraan Sosial (Pusdatin Kesos) Kementerian Sosial RI. Materi yang disampaikan meliputi penguatan integrasi sistem hingga penyelesaian kendala teknis yang dihadapi petugas di lapangan.
Peserta kegiatan terdiri atas SDM Program Keluarga Harapan (PKH), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), serta operator SIKS-NG dari seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Tulungagung.
Melalui workshop tersebut, pemkab berharap terbangun kesamaan pemahaman dan koordinasi antarpelaksana. Sekaligus mempercepat proses registrasi digital di seluruh wilayah kecamatan.
Dengan integrasi sistem dan data yang semakin akurat, penyaluran perlindungan sosial diharapkan lebih transparan dan tepat sasaran. Sehingga masyarakat yang benar-benar membutuhkan tidak sampai kehilangan haknya akibat persoalan administrasi. (ris)










Komentar