Kirap Kebau Tandai di Mulainya Tradisi Nyadran Dam Bagong Trenggalek

Jumat, 8 Mei 2026 - 12:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Tradisi Nyadran Dam Bagong Trenggalek/ Istimewa

TRENGGALEK | JATIM TERKINI – Wakil Bupati Syah Mohamad Natanegara menerima kirab kerbau dalam rangka tradisi Nyadran Dam Bagong di Pendopo Manggala Praja Nugraha, Kamis (7/5/2026). Prosesi tersebut menjadi penanda dimulainya rangkaian upacara adat tahunan yang rutin digelar masyarakat secara turun-temurun.

Tradisi Nyadran Dam Bagong merupakan bentuk ungkapan syukur masyarakat, khususnya para petani yang memanfaatkan aliran Sungai Bagongan untuk kebutuhan irigasi sawah.

Dalam prosesi kirab itu, Syah menerima kedatangan kerbau sekaligus menyerahkan ubo rampe atau perlengkapan penyembelihan kepada petugas yang telah ditunjuk.

Setelah prosesi serah terima, kerbau kemudian dibawa menuju lokasi nyadran untuk menjalani ritual jamasan atau penyucian sebelum disembelih.

Usai melepas rombongan kirab menuju Kompleks Makam Setono Bagong, Syah berharap tradisi tersebut tetap terjaga sebagai bagian dari warisan budaya daerah.

“Alhamdulillah tradisi ini masih bisa dilaksanakan setiap tahun. dengan garapan budaya lokal di Kabupaten Trenggalek tetap lestari sekaligus mampu mendorong perekonomian masyarakat sekitar,” ujar Syah.

Sementara itu, Lurah Ngantru Bambang Wusprapto menjelaskan rangkaian Upacara Adat Dam Bagong tahun ini tidak berbeda jauh dengan pelaksanaan sebelumnya karena tetap mengikuti tradisi leluhur yang diwariskan secara turun-temurun.

Menurut Bambang, kegiatan diawali dengan Kirab Mahesa dari pendopo kabupaten, dilanjutkan prosesi serah terima perlengkapan penyembelihan kerbau, kemudian arak-arakan menuju Pendopo Makam Menak Sopal.

“Nanti malam setelah salat Isya akan dilakukan prosesi jamasan, kemudian dilanjutkan ritual dan penyembelihan kerbau,” jelasnya.

Tak hanya itu, masyarakat juga akan disuguhi pertunjukan wayang kulit yang digelar di kawasan makam pada malam hari.

Sedangkan pada Jumat pagi, rangkaian tradisi Nyadran dilanjutkan dengan ritual pelarungan kepala, kulit, dan kaki kerbau di kawasan Dam Bagong.

Sementara daging kerbau akan dibagikan kepada warga sekitar sebagai simbol rasa syukur atas keberadaan Dam Bagong yang selama ini menopang kebutuhan irigasi pertanian masyarakat.

“Harapannya tradisi ini terus dilestarikan tanpa menghilangkan rangkaian adat yang sudah ada,” pungkas Bambang.

Reporter : Zainal Arifin

Berita Terkait

Cari Ikan di Sungai Brantas, Warga Ngantru Diduga Hanyut
Kapolres Trenggalek Ikuti Panen Jagung Serentak dan Launching Gudang Ketahanan Pangan Polri
Satpol PP Sita 19 Reklame Rokok Ilegal, Sebar di Jalur Selatan Tulungagung
Korsleting Listrik Hanguskan Dapur Rumah Warga Boyolangu, Kerugian Capai Rp20 Juta
UPRINTIS Futsal League 2026 Pre Season Berakhir Meriah, Mas Ipin Tunggu Full Season Juni Mendatang
Truk Tabrak Dua Motor di Ngantru, Pemotor Tewas di Lokasi
Uprintis Futsal League 2026 Digelar di Trenggalek, Jadi Ajang Asah Bakat Pelajar
Polres Trenggalek Gelar TKJ 2026, Uji Kebugaran Fisik Personel di Stadion Menak Sopal
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 15:32 WIB

Cari Ikan di Sungai Brantas, Warga Ngantru Diduga Hanyut

Minggu, 17 Mei 2026 - 09:01 WIB

Kapolres Trenggalek Ikuti Panen Jagung Serentak dan Launching Gudang Ketahanan Pangan Polri

Jumat, 15 Mei 2026 - 20:47 WIB

Satpol PP Sita 19 Reklame Rokok Ilegal, Sebar di Jalur Selatan Tulungagung

Kamis, 14 Mei 2026 - 11:04 WIB

Korsleting Listrik Hanguskan Dapur Rumah Warga Boyolangu, Kerugian Capai Rp20 Juta

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:13 WIB

UPRINTIS Futsal League 2026 Pre Season Berakhir Meriah, Mas Ipin Tunggu Full Season Juni Mendatang

Berita Terbaru

Peristiwa

Cari Ikan di Sungai Brantas, Warga Ngantru Diduga Hanyut

Selasa, 19 Mei 2026 - 15:32 WIB

Hukum Kriminal

KPK Periksa 9 Saksi Kasus Dugaan Pemerasan di Pemkab Tulungagung

Senin, 18 Mei 2026 - 19:42 WIB