Pria Pemancing Hilang Diduga Terseret Arus Sungai Brantas, SAR Sisir hingga 5 Kilometer

Rabu, 8 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Tim SAR menyusui sungai Brantas untuk mencari seorang pemancing yang hilang diduga terseret arus. (ist)

TULUNGAGUNG | JATIM TERKINI – Seorang pemancing asal Desa Srikaton, Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung, dilaporkan hilang setelah diduga tercebur ke aliran Sungai Brantas. Hingga Selasa (7/7), tim SAR gabungan masih melakukan pencarian dengan menyisir sungai menggunakan dua perahu karet.

Korban diketahui berinisial NS, 45, warga Desa Srikaton. Dugaan korban tenggelam menguat setelah keluarga dan warga menemukan sepeda motor, perlengkapan memancing, serta sepasang sandal miliknya di tepi Sungai Brantas, Dusun Karangtengah, Desa Srikaton.

Peristiwa itu bermula pada Senin (6/7) sekitar pukul 14.00 WIB. NS berpamitan kepada istrinya, AY, untuk memancing di Sungai Brantas. Korban berangkat menggunakan sepeda motor Yamaha Mio berwarna merah sambil membawa perlengkapan memancing.

Namun hingga sore sekitar pukul 17.30 WIB, korban tidak dapat dihubungi. Keluarga yang khawatir kemudian berupaya melakukan pencarian secara mandiri, tetapi keberadaan korban tidak ditemukan.

Petunjuk baru muncul ketika seorang saksi berinisial J bersama anaknya, G (20), menemukan sepeda motor dan alat pancing milik korban terparkir di dekat bibir sungai. Tidak jauh dari lokasi tersebut, sandal korban juga ditemukan berada tepat di tepi aliran Sungai Brantas.

Temuan itu kemudian dilaporkan kepada aparat dan diteruskan ke tim SAR untuk dilakukan operasi pencarian.

Komandan Tim Pos SAR Trenggalek, Ahmad Taufik, mengatakan operasi pencarian melibatkan unsur Basarnas Trenggalek, BPBD Tulungagung, TNI, Polri, relawan, serta berbagai potensi SAR lainnya.

“Dua perahu karet kami kerahkan, masing-masing dari Basarnas Trenggalek dan BPBD Tulungagung. Total ada sekitar 25 personel SAR gabungan yang terlibat dalam pencarian,” ujarnya.

Menurut Ahmad, penyisiran difokuskan di sepanjang aliran Sungai Brantas dengan radius hingga lima kilometer dari titik yang diduga menjadi lokasi korban terjatuh.

“Kami melakukan penyisiran sungai sejauh kurang lebih lima kilometer dari lokasi awal kejadian,” katanya.

Selain penyisiran melalui jalur sungai, tim gabungan juga melakukan pemantauan dari darat. Proses tersebut dibantu relawan Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) yang memantau kemungkinan korban terbawa arus hingga ke wilayah Kediri.

“Sejak semalam pemantauan terus dilakukan bersama rekan-rekan RAPI hingga wilayah Kediri,” pungkas Ahmad.

Hingga berita ini ditulis, korban masih belum ditemukan dan operasi pencarian masih terus dilanjutkan oleh tim SAR gabungan.

Reporter : Anas

Berita Terkait

Sumpah Pemuda ke-98, Kapolres Tulungagung Ajak Generasi Muda Hindari Kenakalan Remaja
Bakar Daun Jati, Petani 74 Tahun Tewas Terbakar di Ladang
Arena Sabung Ayam dan Dadu di Bono Dibongkar Polisi
Mayat Mr. X Mengapung di Perairan Popoh, Identitas Masih Misterius
Jamaah Asal Pule Meninggal di Masjid Ngantru, Sempat Keluhkan Sakit
Jenazah Sopir Truk Korban KMP Virgo 8 Dipulangkan, Tangis Keluarga Pecah
Warga Tiudan Tolak Gerai Miras, Disebut Ada Tujuh Titik
Razia Gabungan Sasar Empat Blok Lapas Tulungagung

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:21

Sumpah Pemuda ke-98, Kapolres Tulungagung Ajak Generasi Muda Hindari Kenakalan Remaja

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:59

Bakar Daun Jati, Petani 74 Tahun Tewas Terbakar di Ladang

Senin, 5 Oktober 2026 - 11:57

Arena Sabung Ayam dan Dadu di Bono Dibongkar Polisi

Minggu, 4 Oktober 2026 - 13:47

Mayat Mr. X Mengapung di Perairan Popoh, Identitas Masih Misterius

Kamis, 1 Oktober 2026 - 19:46

Jamaah Asal Pule Meninggal di Masjid Ngantru, Sempat Keluhkan Sakit

Berita Terbaru