Revitalisasi 48 Sekolah Dituntaskan, Khofifah Dorong Jatim Jadi Barometer Pendidikan Nasional

Kamis, 14 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Plt. Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin saat meninjau tanaman siswa di kawasan SMKN 1 Tulungagung.

TULUNGAGUNG | JATIM TERKINI – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan program revitalisasi dan rehabilitasi 48 lembaga pendidikan di wilayah Tulungagung, Trenggalek, dan Pacitan, Kamis (14/5). Total anggaran yang dikucurkan mencapai Rp 46,9 miliar.

Peresmian dipusatkan di SMKN 1 Tulungagung. Program tersebut menyasar sekolah SMA, SMK hingga SLB sebagai bagian penguatan kualitas pendidikan dan pendidikan inklusi di Jawa Timur.

Khofifah mengatakan, kunjungannya ke Tulungagung sekaligus untuk melihat perkembangan sekolah penyelenggara program SIKAP (Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan). Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan harus berjalan beriringan dengan penguatan karakter dan kompetensi siswa.

“Kehadiran saya ingin membangkitkan semangat kita semua terkait mutu, kualitas, serta prestasi siswa-siswa kita. Ini bagian dari komitmen mewujudkan program Jatim Cerdas,” ujarnya.

Khofifah berharap Jawa Timur tidak hanya dikenal sebagai daerah dengan prestasi pendidikan tinggi, tetapi juga menjadi barometer pendidikan nasional, terutama di sektor vokasi.

Kepala Dinas Pendidikan Jatim Aris Agung Paewai menjelaskan, revitalisasi dilakukan pada 48 lembaga pendidikan. Rinciannya, 20 sekolah di Tulungagung, 11 sekolah di Trenggalek, dan 13 sekolah di Pacitan.

Menurut Aris, program tersebut tidak sekadar memperbaiki bangunan sekolah, tetapi juga membangun ekosistem pendidikan yang lebih baik.

“Revitalisasi ini bukan hanya fisik, tetapi bagaimana sekolah menjadi lingkungan belajar yang modern, bersih, sehat, aman, dan nyaman bagi pertumbuhan karakter murid,” jelasnya.

Dia menyebut, rehabilitasi meliputi ruang kelas, laboratorium, ruang praktik siswa, perpustakaan, toilet, ruang BK, UKS, ruang OSIS hingga tempat ibadah.

Aris menambahkan, SMKN 1 Tulungagung menjadi salah satu sekolah vokasi unggulan di Jawa Timur. Sekolah tersebut disebut sebagai satu-satunya SMK Agribisnis dan Agroteknologi di Jatim dengan kompetensi lengkap mulai bidang tanaman, peternakan, perikanan hingga pengawasan mutu hasil pertanian.

Selain revitalisasi sekolah, program SIKAP juga terus diperluas. Saat ini program tersebut telah berjalan di 97 sekolah di tiga kabupaten, yakni 27 sekolah di Tulungagung, 24 sekolah di Trenggalek, dan 46 sekolah di Pacitan.

Reporter : Nasrul K.

Berita Terkait

Kementerian PU Survei Lokasi Sekolah Rakyat Tulungagung, Pembangunan Dimulai Oktober
Lama Vakum, Ponpes Mukmin Mandiri II di Sendang Ditutup Warga
Terbentur Isu “Sekolah Mati”, SDN 2 Plandaan Hanya Dapat Dua Murid Baru
Sebelum Lulus, 48 Persen Siswa SMKN 2 Trenggalek Sudah Kantongi Pekerjaan
Serap Tenaga Kerja, SMKN 2 Trenggalek Gelar Job Fair Libatkan 29 Perusahaan
Tak Ada Titipan, Disdik Tulungagung Deklarasikan SPMB 2026/2027
Tak Kunjung Diperbaiki, Dua Ruang Kelas SDN 1 Babadan Rusak Parah
110 Guru Tulungagung Demo ke DPR RI, Tuntut Kesetaraan Status Guru Swasta dan Negeri

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 08:11

Kementerian PU Survei Lokasi Sekolah Rakyat Tulungagung, Pembangunan Dimulai Oktober

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:32

Lama Vakum, Ponpes Mukmin Mandiri II di Sendang Ditutup Warga

Senin, 13 Juli 2026 - 12:51

Terbentur Isu “Sekolah Mati”, SDN 2 Plandaan Hanya Dapat Dua Murid Baru

Kamis, 11 Juni 2026 - 19:38

Sebelum Lulus, 48 Persen Siswa SMKN 2 Trenggalek Sudah Kantongi Pekerjaan

Senin, 8 Juni 2026 - 15:49

Serap Tenaga Kerja, SMKN 2 Trenggalek Gelar Job Fair Libatkan 29 Perusahaan

Berita Terbaru