Foto : Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Plt. Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin saat meninjau tanaman siswa di kawasan SMKN 1 Tulungagung.
TULUNGAGUNG | JATIM TERKINI – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan program revitalisasi dan rehabilitasi 48 lembaga pendidikan di wilayah Tulungagung, Trenggalek, dan Pacitan, Kamis (14/5). Total anggaran yang dikucurkan mencapai Rp 46,9 miliar.
Peresmian dipusatkan di SMKN 1 Tulungagung. Program tersebut menyasar sekolah SMA, SMK hingga SLB sebagai bagian penguatan kualitas pendidikan dan pendidikan inklusi di Jawa Timur.
Khofifah mengatakan, kunjungannya ke Tulungagung sekaligus untuk melihat perkembangan sekolah penyelenggara program SIKAP (Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan). Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan harus berjalan beriringan dengan penguatan karakter dan kompetensi siswa.
“Kehadiran saya ingin membangkitkan semangat kita semua terkait mutu, kualitas, serta prestasi siswa-siswa kita. Ini bagian dari komitmen mewujudkan program Jatim Cerdas,” ujarnya.
Khofifah berharap Jawa Timur tidak hanya dikenal sebagai daerah dengan prestasi pendidikan tinggi, tetapi juga menjadi barometer pendidikan nasional, terutama di sektor vokasi.
Kepala Dinas Pendidikan Jatim Aris Agung Paewai menjelaskan, revitalisasi dilakukan pada 48 lembaga pendidikan. Rinciannya, 20 sekolah di Tulungagung, 11 sekolah di Trenggalek, dan 13 sekolah di Pacitan.
Menurut Aris, program tersebut tidak sekadar memperbaiki bangunan sekolah, tetapi juga membangun ekosistem pendidikan yang lebih baik.
“Revitalisasi ini bukan hanya fisik, tetapi bagaimana sekolah menjadi lingkungan belajar yang modern, bersih, sehat, aman, dan nyaman bagi pertumbuhan karakter murid,” jelasnya.
Dia menyebut, rehabilitasi meliputi ruang kelas, laboratorium, ruang praktik siswa, perpustakaan, toilet, ruang BK, UKS, ruang OSIS hingga tempat ibadah.
Aris menambahkan, SMKN 1 Tulungagung menjadi salah satu sekolah vokasi unggulan di Jawa Timur. Sekolah tersebut disebut sebagai satu-satunya SMK Agribisnis dan Agroteknologi di Jatim dengan kompetensi lengkap mulai bidang tanaman, peternakan, perikanan hingga pengawasan mutu hasil pertanian.
Selain revitalisasi sekolah, program SIKAP juga terus diperluas. Saat ini program tersebut telah berjalan di 97 sekolah di tiga kabupaten, yakni 27 sekolah di Tulungagung, 24 sekolah di Trenggalek, dan 46 sekolah di Pacitan.
Reporter : Nasrul K.







