110 Guru Tulungagung Demo ke DPR RI, Tuntut Kesetaraan Status Guru Swasta dan Negeri

Selasa, 19 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Perwakilan guru honorer berada dalam bus sebelum berangkat ke Jakarta untuk mengikuti demo ke DPR RI. (afif)

TULUNGAGUNG | JATIM TERKINI – Sebanyak 110 perwakilan guru honorer sekolah swasta asal Kabupaten Tulungagung bertolak ke Jakarta, untuk mengikuti aksi nasional di depan Gedung DPR RI, Rabu (20/5). Mereka menuntut kesetaraan status dan kesejahteraan guru tanpa membedakan guru negeri maupun swasta.

Rombongan yang tergabung dalam Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI) itu diberangkatkan menggunakan dua bus pariwisata dari area SPBU Terminal Gayatri Tulungagung dengan pengawalan aparat kepolisian.

Ketua Persatuan Daerah PGSI Tulungagung sekaligus koordinator aksi, Nur Qomarudin mengatakan, selama ini masih terjadi kesalahpahaman terkait keberadaan guru honorer. Menurutnya, persoalan honorer bukan hanya dialami guru sekolah negeri, tetapi juga guru yayasan swasta.

“Selama ini ada mispersepsi kalau guru honorer itu hanya di sekolah negeri. Padahal guru yayasan swasta juga memperjuangkan nasib dan kesejahteraan,” ujarnya, Selasa (19/5).

Qomarudin menilai, saat ini status guru terlalu banyak klasifikasi, mulai honorer swasta, PPPK paruh waktu, PPPK hingga kategori lainnya. Kondisi tersebut dinilai memunculkan ketimpangan dalam kebijakan pemerintah.

Karena itu, pihaknya mendorong adanya perubahan regulasi agar seluruh tenaga pendidik masuk dalam satu sistem yang sama sebagai guru Indonesia tanpa dikotomi status.

“Agar semua guru memiliki kesetaraan nasib dan kesejahteraan,” katanya.

Aksi nasional tersebut diikuti gabungan 10 organisasi guru dari berbagai daerah di Indonesia, kecuali PGRI.

PGSI juga menyoroti mekanisme rekrutmen yang dinilai kurang berpihak kepada guru swasta. Selama ini guru negeri sudah tercatat dalam database pemerintah, sedangkan guru swasta harus mengikuti jalur umum sehingga kalah bersaing dengan peserta yang lebih muda.

“Guru swasta banyak yang sudah mengabdi lama, tetapi saat seleksi harus bersaing lewat jalur umum,” jelasnya.

Selain itu, PGSI menegaskan penghapusan tenaga honorer pada 2027 seharusnya dimaknai sebagai proses pengangkatan, bukan penghilangan tenaga honorer. Guru yang sudah masuk dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) diharapkan seluruhnya dapat diakomodasi pemerintah.

“Yang sudah masuk Dapodik harapannya bisa diangkat dan disetarakan,” tegasnya.

Sementara bagi guru yang belum masuk Dapodik, PGSI mendorong agar segera mengikuti sertifikasi sehingga nantinya bisa masuk dalam sistem pendataan dan proses impasing.

Di sisi lain, PGSI juga meminta pemerintah memberi perhatian lebih terhadap guru PPPK di lingkungan Kementerian Agama yang jumlahnya dinilai masih minim.

Reporter : Nasrul K.

Berita Terkait

Serdik Sespimmen Polri Bidik Potensi UMKM Lele di Kabupaten Kediri
Polres Kediri Kenalkan AI kepada Pelajar, Siswa SMAN 2 Pare Ikuti Pembelajaran Digital
HAN ke-42 di Tulungagung, Plt Bupati Tekankan Penguatan Perlindungan Anak
Kontingen Pramuka Tulungagung Siap Berlaga di Jamnas XII 2026
79 Paskibraka Tulungagung Mulai Digembleng, Plt Bupati Minta Persiapan Dimaksimalkan
Kementerian PU Survei Lokasi Sekolah Rakyat Tulungagung, Pembangunan Dimulai Oktober
Lama Vakum, Ponpes Mukmin Mandiri II di Sendang Ditutup Warga
Terbentur Isu “Sekolah Mati”, SDN 2 Plandaan Hanya Dapat Dua Murid Baru
Tag :

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 20:38

Serdik Sespimmen Polri Bidik Potensi UMKM Lele di Kabupaten Kediri

Kamis, 13 Agustus 2026 - 19:45

Polres Kediri Kenalkan AI kepada Pelajar, Siswa SMAN 2 Pare Ikuti Pembelajaran Digital

Senin, 3 Agustus 2026 - 14:58

HAN ke-42 di Tulungagung, Plt Bupati Tekankan Penguatan Perlindungan Anak

Senin, 3 Agustus 2026 - 14:42

Kontingen Pramuka Tulungagung Siap Berlaga di Jamnas XII 2026

Jumat, 31 Juli 2026 - 19:46

79 Paskibraka Tulungagung Mulai Digembleng, Plt Bupati Minta Persiapan Dimaksimalkan

Berita Terbaru

Peristiwa

Cemburu Buta, Suami Bakar Mobil Tetangga

Jumat, 11 Sep 2026 - 21:21

Peristiwa

Bakar Daduk, Api Lahap 400 Ru Lahan Tebu di Tulungagung

Kamis, 10 Sep 2026 - 10:49

Olahraga

Haornas ke-43, Pemkab Tulungagung Bidik Prestasi Atlet

Kamis, 10 Sep 2026 - 10:42