Kekeringan Meluas, BPBD Tulungagung Droping Air Bersih dan 17 Tandon

Rabu, 5 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Truk tanki BPBD Tulungagung droping air bersih di Desa Kalidawe, Kecamatan Pucanglaban. Selain droping air bersih, BPBD juga siapkan 17 tandon. (ist)

TULUNGAGUNG | JATIM TERKINI – Musim kemarau mulai menunjukkan dampaknya di sejumlah wilayah Kabupaten Tulungagung. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tulungagung mulai menyalurkan bantuan air bersih, sekaligus menyiapkan tandon sebagai langkah antisipasi apabila kekeringan meluas.

Sekretaris BPBD Tulungagung Fairuza Alhida mengatakan, hingga Rabu (5/8), sudah ada dua desa yang mengajukan permohonan bantuan air bersih. Yakni Desa Kalidawe, Kecamatan Pucanglaban, dan Desa Rejosari, Kecamatan Kalidawir.

“Yang kami salurkan bantuan air bersih dua ritase ke Kalidawe, satu ritase ke Rejosari,” ujar Fairuza.

Selain droping air bersih, BPBD juga telah mendistribusikan 17 tandon air ke sembilan desa di Tulungagung. Tandon tersebut ditempatkan di wilayah yang dinilai rawan mengalami kekeringan.

Menurut Fairuza, keberadaan tandon tersebut menjadi bagian dari kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau. Jika sewaktu-waktu terjadi kekurangan air bersih, tandon dapat digunakan untuk menampung pasokan air dari BPBD maupun bantuan masyarakat.

“Jadi kalau sewaktu-waktu dibutuhkan, tandon bisa menampung air bersih, baik dari BPBD maupun bantuan masyarakat,” jelasnya.

Tak hanya mengandalkan sarana yang tersedia, BPBD Tulungagung juga mengajukan tambahan peralatan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Pengajuan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi apabila kondisi kekeringan semakin meluas.

Adapun sarana yang diajukan meliputi 50 tandon, 50 tandon lipat, gebyok, tenda posko, sepatu boot, kaos lapangan, serta tambahan bantuan berupa gizi dan makanan siap saji.

“Kami ajukan ke provinsi untuk mengantisipasi jika kondisi semakin meluas,” ungkap Fairuza.

BPBD juga mewaspadai prediksi musim kemarau tahun ini yang diperkirakan berlangsung lebih panjang. Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau 2026 berpotensi berlangsung hingga akhir tahun.

“Info dari BMKG, musim ini lebih panjang dibanding tahun sebelumnya. Kemungkinan sampai akhir tahun musim kemarau,” tutur Fairuza.

Meski demikian, BPBD Tulungagung berharap dampak kemarau tahun ini tidak separah tahun sebelumnya. Kesiapan sarana dan distribusi bantuan air bersih pun terus dilakukan untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakat apabila kekeringan semakin meluas. (nas)

Berita Terkait

UNEJ-KAUJE Droping 20 Ribu Liter Air Bersih, Warga Besuki Terbantu
Polemik Kunker DWP Tulungagung Jadi Sorotan, Plt Bupati Siapkan Evaluasi Kinerja
Renovasi Musala Darrur Rohman Hampir Rampung, Satgas TMMD Kebut Sasaran Fisik
Sidak Hidran, Komisi D Temukan Saluran Air Tak Lancar
HUT KE-81 TNI, Dandim Tulungagung Tekankan Prajurit Harus Dekat dengan Rakyat
Jalan Rabat Beton Desa Manding Diresmikan, Perkuat Akses dan Ekonomi Warga
Polres Nganjuk Siagakan Personel Pasca-Karhutla Gunung Wilis, Antisipasi Bara Api Kembali Muncul
Perubahan APBD 2026 Disepakati, Defisit Tulungagung Tembus Rp 477,6 Miliar

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:16

UNEJ-KAUJE Droping 20 Ribu Liter Air Bersih, Warga Besuki Terbantu

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:29

Polemik Kunker DWP Tulungagung Jadi Sorotan, Plt Bupati Siapkan Evaluasi Kinerja

Selasa, 27 Oktober 2026 - 05:05

Renovasi Musala Darrur Rohman Hampir Rampung, Satgas TMMD Kebut Sasaran Fisik

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:07

Sidak Hidran, Komisi D Temukan Saluran Air Tak Lancar

Senin, 5 Oktober 2026 - 22:24

HUT KE-81 TNI, Dandim Tulungagung Tekankan Prajurit Harus Dekat dengan Rakyat

Berita Terbaru