Polisi Gerebek Rumah Perakit Petasan di Sumbergempol, Dua Anak di Bawah Umur Diamankan

Senin, 2 Maret 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tulungagung, Jatim Terkini – Aparat kepolisian membongkar aktivitas perakitan petasan ilegal di Desa Jabalsari, Kecamatan Sumbergempol, Jumat (27/2/2026). Dua anak di bawah umur diduga menjadi pelaku produksi bahan peledak yang berpotensi membahayakan warga sekitar.

Kedua remaja tersebut masing-masing berinisial AD (14) dan MF (12). Mereka diamankan setelah polisi menerima informasi adanya pembelian serbuk mesiu dalam jumlah tidak wajar menjelang Ramadan.

Kapolsek Sumbergempol, AKP Moh. Anshori, menjelaskan tim Unit Reskrim langsung bergerak cepat melakukan penyelidikan dan penggerebekan sekitar pukul 15.00 WIB. Hasilnya, petugas menemukan bahan peledak siap rakit di rumah salah satu terduga pelaku.

“Dari lokasi kami mengamankan bubuk mesiu seberat kurang lebih 1 kilogram. Selain itu terdapat gulungan petasan yang sudah siap untuk diisi,” kata AKP Anshori, Sabtu (28/2/2026).

Tak hanya itu, polisi juga menyita 5 kilogram kertas pembungkus, 10 gulungan petasan kosong, dua pipa, gunting, isolasi, serta satu unit handphone Vivo Y28 yang diduga digunakan untuk komunikasi terkait aktivitas tersebut.

Menurut Anshori, aktivitas perakitan petasan dengan bahan berdaya ledak tinggi di kawasan permukiman sangat berisiko. Ledakan sewaktu-waktu bisa terjadi dan mengancam keselamatan pelaku maupun warga sekitar.

Kedua anak tersebut kini diamankan di Mapolsek Sumbergempol untuk menjalani proses hukum sesuai ketentuan peradilan anak, dengan pendampingan yang melibatkan pihak keluarga dan instansi terkait.

Pihak kepolisian juga mengingatkan para orang tua agar tidak lengah mengawasi anak-anaknya, terutama menjelang Ramadan yang kerap diwarnai maraknya petasan.

“Pengawasan keluarga sangat penting. Jangan sampai kelalaian berujung pada peristiwa yang membahayakan banyak orang,” tegasnya.

Kasus ini menjadi peringatan bahwa peredaran dan perakitan petasan ilegal masih menjadi ancaman serius di wilayah Tulungagung, khususnya saat mendekati bulan suci.

Reporter : An Nisa

Berita Terkait

Petugas Lapas Tulungagung Gagalkan Penyelundupan Diduga Alprazolam
Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Bersama Awasi Peredaran Narkoba
Perang Melawan Narkoba, Polres Tulungagung Ungkap 71 Kasus dan Amankan 91 Orang
Bebas Bersyarat, Syahri Mulyo Wajib Lapor ke Kejari hingga Juli 2028
Perkara Griya Dalem Kanjengan, 40 Saksi Diperiksa, Kejari Tunggu Hasil Ahli
Kades Kedungwaru Jadi Tersangka Korupsi Dana Desa Rp 300 Juta
Kasus Dugaan Pencurian Jagung di Gesikan Berakhir Damai
Oknum Polisi Tulungagung Masuk Patsus, Diduga Langgar Kode Etik

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:13

Petugas Lapas Tulungagung Gagalkan Penyelundupan Diduga Alprazolam

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:13

Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Bersama Awasi Peredaran Narkoba

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:47

Perang Melawan Narkoba, Polres Tulungagung Ungkap 71 Kasus dan Amankan 91 Orang

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:44

Bebas Bersyarat, Syahri Mulyo Wajib Lapor ke Kejari hingga Juli 2028

Senin, 5 Oktober 2026 - 22:42

Perkara Griya Dalem Kanjengan, 40 Saksi Diperiksa, Kejari Tunggu Hasil Ahli

Berita Terbaru