Foto: Petugas mengevakuasi PNS yang meninggal mendadak saat gotong royong di Candi Dadi. (ist)
TULUNGAGUNG | JATIM TERKINI – Kegiatan pelestarian situs bersejarah di Candi Dadi, Desa Wajak Kidul, Kecamatan Boyolangu, berujung duka. Seorang aparatur sipil negara (ASN) Kabupaten Tulungagung, Amanul Huda, 59, meninggal dunia saat mengikuti kegiatan komunitas di kawasan candi tersebut, Minggu (14/6).
Warga Jalan Letjen Suprapto, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kedungwaru, itu diketahui bergabung bersama sekitar 15 anggota komunitas SABDA, alumni SMA Kedungwaru. Sejak pukul 07.00 mereka melakukan kerja bakti membuat saluran air di area Candi Dadi.
Kapolsek Boyolangu AKP Retno Pujiarsih mengatakan, sekitar pukul 10.30 korban bersama rombongan beristirahat untuk makan, minum, dan melepas lelah. Namun, saat beristirahat korban tiba-tiba lemas dan tidak sadarkan diri.
“Korban mendadak lemas saat istirahat dan kemudian tidak sadarkan diri,” ujarnya.
Rekan-rekan korban sempat memberikan pertolongan dan meminta bantuan seorang dokter spesialis paru yang berada di lokasi. Namun kondisi korban tidak membaik. Saat proses evakuasi turun dari kawasan candi, korban dinyatakan meninggal dunia.
Jenazah kemudian dibawa ke RSUD dr. Iskak Tulungagung untuk dilakukan pemeriksaan.
Dari hasil olah tempat kejadian perkara dan pemeriksaan luar oleh tim medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun luka pada tubuh korban.
Menurut keterangan keluarga, korban memiliki riwayat hipertensi yang diketahui sejak sekitar dua bulan terakhir.
“Pihak keluarga menyampaikan bahwa korban memiliki riwayat tekanan darah tinggi,” terang Retno.
Keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi dengan membuat surat pernyataan resmi.
Reporter : Nasrul K.







