Panen Raya 34 Hektare, Produktivitas Padi Tulungagung Capai 8 Ton per Hektare

Selasa, 15 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin saat panen padi di Karangwaru. (nas)

TULUNGAGUNG | JATIM TERKINI  – Produksi padi di Kabupaten Tulungagung masih menunjukkan tren positif. Hal itu terlihat dalam panen raya yang berlangsung di Kelurahan Karangwaru, Kecamatan Tulungagung, kemarin (15/9). Total lahan yang diproyeksikan memasuki masa panen mencapai sekitar 34 hektare.

Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin mengatakan, panen tidak dilakukan serentak. Sebab, masa tanam petani berbeda-beda sehingga waktu panen berlangsung secara bergilir.

“Informasinya ada 34 hektare. Nanti panennya bergilir karena masa tanamnya juga bergilir. Selisih seminggu, seminggu, seminggu,” ujarnya.

Dari sisi produktivitas, hasil panen juga terbilang menggembirakan. Setiap hektare lahan diperkirakan menghasilkan sekitar 7–8 ton gabah. Kondisi tersebut membuat produksi padi Tulungagung masih berada dalam posisi surplus.

Baharudin menyebut, kondisi bulir padi saat ini cukup baik. Bahkan, bobot gabah dinilai mengalami peningkatan.

“Justru hari ini berat daripada gabah malah meningkat beratnya. Bulirnya penuh,” katanya.

Produktivitas tersebut menjadi kabar positif di tengah kekhawatiran terhadap dampak fenomena El Nino terhadap sektor pertanian. Karena itu, pemerintah meminta kondisi produksi tersebut dipertahankan dan ditingkatkan.

Upaya itu, lanjut Baharudin, membutuhkan kolaborasi seluruh pihak. Tidak hanya pemerintah, tetapi juga petani, TNI, Polri hingga masyarakat.

“Kita bekerja sama dari seluruh lini, pemerintah, TNI, Polri, dan masyarakat seluruhnya untuk bekerja sama mempertahankan dan meningkatkan hasil pertanian karena kita mendukung program nasional, yaitu ketahanan pangan,” jelasnya.

Selain menjaga produktivitas, pemerintah juga mendorong agar petani tetap bersemangat serta memperoleh pendampingan secara berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Tulungagung, Suyanto mengatakan, panen kali ini merupakan bagian dari musim tanam kedua (MT2). Setelah panen selesai, petani akan melanjutkan ke musim tanam ketiga (MT3).

Dengan kondisi yang mendukung, dalam satu tahun petani di Tulungagung berpeluang melakukan hingga tiga kali masa tanam. “Produksi gabah Tulungagung masih surplus,” pungkasnya. (nas/ris)

Berita Terkait

Polisi Turun ke Sawah, Kawal Petani Jagung di Wates
Kemarau Mulai Terasa, Sejumlah Sawah di Tulungagung Alami Kekeringan
Uwi Ungu Tumbuh Subur, Polsek Wates Intensif Lakukan Pendampingan untuk Dukung Ketahanan Pangan
Luas Lahan Tebu Tulungagung Bertambah, Program Bongkar Ratoon Digenjot untuk Swasembada Gula
Antisipasi El Nino, Pemkab Tulungagung Tunggu Bantuan Pompa Air dari Kementan
Panen Raya Padi di Podorejo, Harga Gabah Tembus Rp 7.500 per Kilogram

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 18:16

Panen Raya 34 Hektare, Produktivitas Padi Tulungagung Capai 8 Ton per Hektare

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 20:25

Polisi Turun ke Sawah, Kawal Petani Jagung di Wates

Rabu, 29 Juli 2026 - 10:46

Kemarau Mulai Terasa, Sejumlah Sawah di Tulungagung Alami Kekeringan

Rabu, 10 Juni 2026 - 13:18

Uwi Ungu Tumbuh Subur, Polsek Wates Intensif Lakukan Pendampingan untuk Dukung Ketahanan Pangan

Sabtu, 23 Mei 2026 - 15:16

Luas Lahan Tebu Tulungagung Bertambah, Program Bongkar Ratoon Digenjot untuk Swasembada Gula

Berita Terbaru

Peristiwa

Cemburu Buta, Suami Bakar Mobil Tetangga

Jumat, 11 Sep 2026 - 21:21