Foto : Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin saat panen padi di Karangwaru. (nas)
TULUNGAGUNG | JATIM TERKINI – Produksi padi di Kabupaten Tulungagung masih menunjukkan tren positif. Hal itu terlihat dalam panen raya yang berlangsung di Kelurahan Karangwaru, Kecamatan Tulungagung, kemarin (15/9). Total lahan yang diproyeksikan memasuki masa panen mencapai sekitar 34 hektare.
Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin mengatakan, panen tidak dilakukan serentak. Sebab, masa tanam petani berbeda-beda sehingga waktu panen berlangsung secara bergilir.
“Informasinya ada 34 hektare. Nanti panennya bergilir karena masa tanamnya juga bergilir. Selisih seminggu, seminggu, seminggu,” ujarnya.
Dari sisi produktivitas, hasil panen juga terbilang menggembirakan. Setiap hektare lahan diperkirakan menghasilkan sekitar 7–8 ton gabah. Kondisi tersebut membuat produksi padi Tulungagung masih berada dalam posisi surplus.
Baharudin menyebut, kondisi bulir padi saat ini cukup baik. Bahkan, bobot gabah dinilai mengalami peningkatan.
“Justru hari ini berat daripada gabah malah meningkat beratnya. Bulirnya penuh,” katanya.
Produktivitas tersebut menjadi kabar positif di tengah kekhawatiran terhadap dampak fenomena El Nino terhadap sektor pertanian. Karena itu, pemerintah meminta kondisi produksi tersebut dipertahankan dan ditingkatkan.
Upaya itu, lanjut Baharudin, membutuhkan kolaborasi seluruh pihak. Tidak hanya pemerintah, tetapi juga petani, TNI, Polri hingga masyarakat.
“Kita bekerja sama dari seluruh lini, pemerintah, TNI, Polri, dan masyarakat seluruhnya untuk bekerja sama mempertahankan dan meningkatkan hasil pertanian karena kita mendukung program nasional, yaitu ketahanan pangan,” jelasnya.
Selain menjaga produktivitas, pemerintah juga mendorong agar petani tetap bersemangat serta memperoleh pendampingan secara berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Tulungagung, Suyanto mengatakan, panen kali ini merupakan bagian dari musim tanam kedua (MT2). Setelah panen selesai, petani akan melanjutkan ke musim tanam ketiga (MT3).
Dengan kondisi yang mendukung, dalam satu tahun petani di Tulungagung berpeluang melakukan hingga tiga kali masa tanam. “Produksi gabah Tulungagung masih surplus,” pungkasnya. (nas/ris)










Komentar