OTT Kedua di Tulungagung, Kemendagri Lakukan Pengawasan dan Pendampingan Pastikan Pelayanan Normal

Jumat, 17 April 2026 - 15:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Kemendagri Lakukan Pengawasan dan Pendampingan Pastikan Pelayanan Normal

TULUNGAGUNG | JATIM TERKINI – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memberi perhatian khusus ke Kabupaten Tulungagung usai dua kali operasi tangkap tangan (OTT) KPK menjerat kepala daerah. Kemendagri langsung menurunkan tim untuk memastikan roda pemerintahan dan pelayanan publik tetap berjalan normal.

Sorotan menguat setelah Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, terjaring OTT KPK pada Jumat (10/4/2026). Sebelumnya, pada 2018, Bupati Syahri Mulyo juga ditangkap dalam kasus suap proyek infrastruktur.

Pasca OTT terbaru, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menunjuk Wakil Bupati Ahmad Baharudin sebagai Pelaksana Tugas (PLT) Bupati Tulungagung. Penunjukan dilakukan melalui surat perintah tertanggal 12 April 2026.

PLT Bupati Ahmad Baharudin langsung menggelar rapat staf perdana bersama perwakilan Kemendagri dan Pemprov Jatim di Ruang Prajamukti Pemkab Tulungagung. Dalam rapat itu, Kemendagri menegaskan pendampingan intensif untuk memastikan pemerintahan tetap berjalan.

“Kami diminta memastikan pemerintahan di Tulungagung tetap berjalan,” ujar Direktur Fasilitasi Kelembagaan dan Kepegawaian Perangkat Daerah Ditjen Otda Kemendagri, Efrimeiriza, Selasa (14/4/2026).

Pendampingan Kemendagri mencakup penguatan tata kelola pemerintahan, supervisi perencanaan dan anggaran, serta monitoring pelayanan publik.

Kepala Pusat Penerangan Kemendagri, Benni Irwan, menyebut dua kali OTT di daerah yang sama menunjukkan adanya persoalan sistemik. Karena itu, pembinaan dan pengawasan ekstra dinilai perlu untuk memulihkan kepercayaan publik.

Sementara itu, KPK menetapkan Gatut Sunu Wibowo dan ajudannya sebagai tersangka dugaan pemerasan terhadap OPD dengan nilai sekitar Rp2,7 miliar. Keduanya kini ditahan untuk proses hukum lebih lanjut.

PLT Bupati memastikan layanan publik dan program pembangunan tetap berjalan. Kemendagri juga meminta laporan rutin serta akan melakukan evaluasi dalam tiga bulan pertama masa jabatan PLT.

Kemendagri menegaskan pendampingan ini bersifat pembinaan, bukan pengambilalihan kewenangan daerah, dengan tetap mengedepankan prinsip otonomi daerah.

Reporter : An Nisa

Berita Terkait

980 Lembaga Terima Hibah Rp 19 Miliar, Pemkab Tulungagung Ingatkan Soal Pertanggungjawaban
Tingkatkan Pelayanan Humanis, RSUD dr. Iskak Gembleng 160 Pegawai
Pemkab Tulungagung Gelar Rapat Pendana Usai OTT KPK, Pastikan Layanan Publik Tak Terganggu
Dishub Blitar Dorong Legalitas Dermaga Sungai Brantas, Jamin Keselamatan Penumpang
Rotasi 8 Pejabat, Bupati Trenggalek Lantik Direktur Baru Perumda Tirta Wening
Layanan Publik Jangan Kendor PLT Bupati Tulungagung Rapat dengan Kemendagri, ASN Diminta Tetap Maksimal Layani Warga
Ahmad Baharudin Resmi Ditunjuk Plt Bupati Tulungagung, Pemerintahan Dipastikan Tetap Berjalan
Bupati Tulungagung Tekankan Peran Strategis Perangkat Desa dalam Acara Pelantikan PPDI
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 13:03 WIB

980 Lembaga Terima Hibah Rp 19 Miliar, Pemkab Tulungagung Ingatkan Soal Pertanggungjawaban

Jumat, 17 April 2026 - 15:19 WIB

OTT Kedua di Tulungagung, Kemendagri Lakukan Pengawasan dan Pendampingan Pastikan Pelayanan Normal

Rabu, 15 April 2026 - 12:59 WIB

Tingkatkan Pelayanan Humanis, RSUD dr. Iskak Gembleng 160 Pegawai

Rabu, 15 April 2026 - 09:52 WIB

Pemkab Tulungagung Gelar Rapat Pendana Usai OTT KPK, Pastikan Layanan Publik Tak Terganggu

Selasa, 14 April 2026 - 15:53 WIB

Dishub Blitar Dorong Legalitas Dermaga Sungai Brantas, Jamin Keselamatan Penumpang

Berita Terbaru