Foto : Ketua KONI Trenggalek Doding Rahmadi/ istimewa
TRENGGALEK | JATIM TERKINI – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Trenggalek menyoroti keterbatasan anggaran yang dinilai menghambat pembinaan atlet pada 2026. Dana hibah dari pemerintah daerah sebesar Rp1 miliar disebut belum cukup untuk mendukung pengembangan olahraga secara optimal.
Ketua KONI Trenggalek, Doding Rahmadi, mengungkapkan sebagian besar anggaran justru terserap untuk kebutuhan dasar organisasi. Dampaknya, alokasi untuk pembinaan cabang olahraga (cabor) menjadi sangat terbatas.
“Dari total anggaran, hanya sekitar Rp550 juta yang bisa digunakan untuk pembinaan 35 cabor. Kalau dibagi rata, masing-masing menerima jumlah yang sangat kecil,” ujarnya.
Kondisi tersebut membuat sejumlah cabor harus mencari pendanaan tambahan secara mandiri, terutama saat mengikuti kejuaraan tingkat provinsi atau Kejurprov.
“Banyak cabor akhirnya swadaya saat ikut Kejurprov. Bantuan dari pemerintah ada, tapi belum mencukupi kebutuhan operasional,” jelasnya.
Tak hanya untuk pembinaan, anggaran yang ada juga harus dibagi untuk kebutuhan pemusatan latihan hingga operasional sekretariat. Hal ini berdampak pada upaya peningkatan kualitas atlet yang belum berjalan maksimal.
KONI Trenggalek memperkirakan kebutuhan ideal anggaran mencapai Rp4 hingga Rp5 miliar, khususnya untuk mendukung pembinaan sekaligus persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).
Doding merinci, sekitar Rp2 miliar dibutuhkan untuk pembinaan rutin, sementara Rp2 miliar lainnya untuk persiapan Porprov. Menurutnya, fokus pada salah satu aspek saja berisiko mengorbankan yang lain.
“Kalau hanya fokus ke Porprov, pembinaan jangka panjang pasti terabaikan. Padahal itu kunci mencetak prestasi,” tegasnya.
Ia juga menyinggung pengalaman pada 2023, ketika anggaran sekitar Rp2 miliar habis untuk Porprov, sehingga pembinaan atlet sepanjang tahun tidak berjalan optimal.
Selain persoalan dana, keterbatasan sarana dan prasarana juga menjadi kendala.
Sejumlah cabor masih kekurangan fasilitas dan peralatan latihan yang memadai.
“Fasilitas yang baik sangat berpengaruh terhadap kualitas atlet. Ini yang masih perlu ditingkatkan,” tambahnya.
KONI berharap pemerintah daerah dapat menambah alokasi anggaran ke depan agar pembinaan atlet lebih maksimal dan target prestasi dapat tercapai.
“Kami berharap ada peningkatan anggaran supaya atlet Trenggalek bisa bersaing di level regional maupun nasional,” pungkasnya.
Reporter : Zainal Arifin