Foto : DPRD Trenggalek Melakukan Sidak ke Wisata Prigi/ Zainal
TRENGGALEK | JATIM TERKINI – Komisi II DPRD Kabupaten Trenggalek turun langsung meninjau sejumlah destinasi wisata di Kecamatan Watulimo, Selasa (19/5/2026). Sidak itu dilakukan untuk mengecek kesiapan proyek pengembangan wisata yang bakal dibiayai melalui skema pinjaman daerah.
Rombongan legislatif bersama Plt Kepala Dinas Pariwisata Trenggalek Tony Widianto menyisir kawasan wisata Goa Lowo hingga Pantai Prigi. Dalam peninjauan tersebut, dewan menemukan sejumlah persoalan serius, mulai dari menurunnya jumlah wisatawan hingga fasilitas wisata yang rusak dan kurang terawat.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Trenggalek, Murkam, mengatakan keluhan paling banyak datang dari pedagang dan pelaku UMKM di sekitar lokasi wisata. Mereka mengaku omzet penjualan terus merosot akibat sepinya pengunjung.
“Banyak pedagang mengeluh karena wisatawan semakin berkurang. Dampaknya langsung terasa terhadap pendapatan masyarakat sekitar,” ujar Murkam saat inspeksi.
Di kawasan Goa Lowo, DPRD memeriksa titik-titik yang masuk rencana revitalisasi, termasuk pembangunan talud penahan tanah serta sejumlah fasilitas pendukung untuk menunjang keamanan pengunjung.
Setelah itu, rombongan bergerak menuju Pantai Prigi. Kondisi sejumlah fasilitas di kawasan tersebut menjadi sorotan dewan. Area panggung terbuka Prigi 360 terlihat mulai rusak, sementara jalan lingkungan, drainase hingga deretan ruko wisata dinilai perlu pembenahan total.
Menurut Murkam, proyek pengembangan wisata yang menelan anggaran besar tidak boleh sekadar berorientasi pada pembangunan fisik semata. Ia meminta proyek tersebut benar-benar mampu menghidupkan kembali sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat.
“Jangan sampai hanya membangun infrastruktur, tetapi kawasan tetap sepi. Yang terpenting wisatawan kembali datang dan ekonomi warga bergerak,” tegasnya.
DPRD berharap revitalisasi kawasan wisata Watulimo mampu mengangkat kembali pamor Pantai Prigi sebagai destinasi unggulan di pesisir selatan Jawa Timur. Selain menjadi daya tarik wisata, sektor ini juga dinilai memiliki kontribusi besar terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Komisi II juga mendorong Dinas Pariwisata menyiapkan konsep pengelolaan wisata jangka panjang agar kawasan wisata tetap hidup dan tidak kembali terbengkalai setelah pembangunan selesai.
Sementara itu, para pelaku UMKM berharap proyek revitalisasi benar-benar membawa perubahan nyata bagi perekonomian mereka yang lesu dalam beberapa tahun terakhir.
DPRD Trenggalek menegaskan akan mengawal ketat penggunaan anggaran pinjaman daerah agar proyek pengembangan wisata berjalan tepat sasaran dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar.
Reporter : Zainal Arifin