Foto: Polisi dan kontraktor memasang barikade sebagai tanda ditutup totalnya jembatan Gondang 1. (afif)
TULUNGAGUNG | JATIM TERKINI – Pembangunan ulang Jembatan Gondang 1 di Desa Bendungan, Kecamatan Gondang, resmi dimulai Selasa (2/6). Penutupan akses jembatan ditandai dengan beroperasinya alat berat yang mulai membongkar konstruksi lama sekitar pukul 14.00 WIB.
Proyek yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2026, itu menelan anggaran sebesar Rp 15,9 miliar. Pekerjaan dilaksanakan oleh PT Permata Alam Sakti dengan pengawasan konsultan PT Gunung Giri Engineering Consultant KSO, PT Mitrapacific Consulindo Internasional KSO, dan PT Adhiyasa Desicon.
Kasatlantas Polres Tulungagung AKP M. Taufik Nabila mengatakan, jembatan akan dibongkar secara menyeluruh sebelum dibangun kembali. Pekerjaan ditargetkan rampung pada 11 Desember 2026.
“Jembatan dibongkar total kemudian dibangun kembali,” ujarnya.
Seiring dimulainya proyek tersebut, arus lalu lintas di ruas nasional Tulungagung–Trenggalek dialihkan melalui sejumlah jalur alternatif yang telah disiapkan.
Untuk kendaraan berat roda enam dan bertonase tinggi dari arah Trenggalek, arus dialihkan melalui Simpang Empat Durenan menuju Simpang Bandung, kemudian diteruskan ke Simpang Empat Tamanan, Tulungagung.
Sebaliknya, kendaraan berat dari arah Kediri dan Blitar diarahkan dari Simpang Empat Tamanan menuju Simpang Empat Bandung hingga Simpang Empat Durenan, Trenggalek. Sementara kendaraan dari wilayah Mojo, Kediri, dialihkan ke arah timur melalui Simpang Tiga Ngujang hingga Simpang Empat Jepun.
Adapun kendaraan roda dua dan roda empat dari arah Trenggalek dapat memanfaatkan jalur Simpang Tiga Gondang menuju Simpang Tiga Polsek Kalangbret.
Selain itu, petugas juga menyiapkan jalur alternatif tambahan melalui Simpang Tiga Balai Desa Bendungan menuju Jalan Raya Mojoarum. Pengguna jalan juga dapat melintas melalui Simpang Tiga Malasan, Trenggalek, menuju wilayah Gempolan, Kecamatan Pakel.
Taufik menegaskan, personel kepolisian akan disiagakan di sejumlah titik pengalihan arus selama masa pembangunan berlangsung. Langkah tersebut dilakukan untuk membantu pengguna jalan yang belum mengetahui perubahan jalur lalu lintas.
“Petugas sudah disiapkan di titik-titik pengalihan arus. Rambu-rambu penunjuk jalur alternatif juga telah dipasang agar masyarakat lebih mudah menyesuaikan perjalanan,” pungkasnya.
Reporter : Nasrul K.







