Foto : Masyarakat menerima paket sembako di Tradisi Ulambana, Warga Tionghoa Tulungagung.
TULUNGAGUNG | JATIM TERKINI – Tradisi Ulambana kembali digelar masyarakat Tionghoa di Tulungagung. Tak hanya menjadi bagian dari ritual keagamaan dan budaya yang dilakukan turun-temurun, kegiatan tersebut juga diwujudkan dengan berbagi kepada masyarakat melalui pembagian ribuan paket sembako.
Tradisi Ulambana digelar di Kelenteng Tjo Tik Kiong Tulungagung, Senin (31/8/2026). Kegiatan tersebut diikuti puluhan umat Tionghoa dari sejumlah daerah di Jawa Timur.
Ketua Panitia Tradisi Ulambana Wibitono mengatakan, Ulambana merupakan tradisi yang digelar setiap tahun. Dalam kepercayaan masyarakat Tionghoa, tradisi tersebut berkaitan dengan bulan ketujuh kalender China yang diyakini sebagai waktu ketika pintu alam baka dibuka.
“Arwah yang sudah meninggal dipercaya berkumpul kembali dengan keluarganya,” ujar Wibitono.
Rangkaian ritual dilaksanakan dengan berbagai adat dan sesaji khas Tionghoa. Selain sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk berbagi dengan masyarakat.
Tahun ini, panitia menyiapkan lebih dari 2.500 paket sembako. Jumlah tersebut disesuaikan dengan banyaknya masyarakat yang datang mengikuti rangkaian kegiatan.
“Peserta yang masuk kira-kira 2.600 orang dan panitia menyiapkan lebih dari 2.500 paket sembako,” katanya.
Setiap paket sembako berisi sejumlah kebutuhan pokok. Di antaranya beras, minyak goreng, kecap, mi instan, gula pasir, serta kebutuhan lainnya.
Menurut Wibitono, jumlah penerima paket sembako dalam tradisi Ulambana cenderung meningkat setiap tahun. Penerima tidak hanya berasal dari wilayah Tulungagung, tetapi juga dari sejumlah daerah di sekitar Tulungagung.
“Rata-rata masyarakat yang menerima dari wilayah Tulungagung. Ada juga dari luar kota, seperti Nganjuk dan Kediri,” jelasnya.
Untuk menjaga pembagian berjalan tertib, panitia menerapkan sistem antrean. Masyarakat diminta mengikuti alur yang telah disiapkan sehingga tidak terjadi desak-desakan.
Panitia juga memberikan prioritas kepada kelompok rentan. Ibu hamil dan lanjut usia (lansia) didahulukan untuk menerima paket sembako.
Tradisi Ulambana tersebut sekaligus menjadi bentuk kepedulian sosial masyarakat Tionghoa kepada warga. Nilai kebersamaan dan berbagi diharapkan tetap terjaga seiring dengan pelestarian tradisi yang telah dilakukan secara turun-temurun. (nas)










Komentar