foto: Kepala Pelaksana BPBD Tulungagung Sudarmaji. (afif)
TULUNGAGUNG | JATIM TERKINI – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tulungagung mulai memetakan langkah antisipasi menghadapi musim kemarau 2026. Salah satunya dengan menyiapkan armada distribusi air bersih dan puluhan tandon untuk memenuhi kebutuhan warga di wilayah rawan kekeringan.
Kepala Pelaksana BPBD Tulungagung Sudarmaji mengatakan, pihaknya telah mendapat instruksi dari bupati agar kesiapsiagaan dilakukan sejak awal musim kemarau. Karena itu, BPBD telah menyiapkan skema dropping air bersih apabila terjadi krisis air di sejumlah wilayah.
“Untuk kekeringan kami sudah siap dari awal. Baik armada dropping air maupun tandon sudah kami siapkan apabila ada warga yang membutuhkan,” ujarnya, Selasa (2/6).
Sebanyak 50 unit tandon berkapasitas 1.200 liter disiapkan untuk mendukung distribusi air bersih. Penyaluran bantuan akan dilakukan berdasarkan laporan serta surat permohonan dari pemerintah desa yang terdampak kekeringan.
Meski demikian, hingga awal Juni belum ada pengajuan bantuan air bersih yang masuk ke BPBD. Pihaknya masih terus memantau kondisi lapangan dan berkoordinasi dengan pemerintah desa maupun kecamatan.
“Sejauh ini belum ada permohonan bantuan. Kami masih menunggu laporan dari desa dan kecamatan,” katanya.
Selain menghadapi ancaman kekeringan, BPBD juga menyiapkan berbagai peralatan untuk penanganan bencana lain, yang berpotensi terjadi saat musim kemarau maupun masa peralihan musim. Material darurat seperti bronjong juga telah disiapkan untuk mengantisipasi tanah longsor.
Berdasarkan data BPBD 2026, sedikitnya terdapat 20 dusun yang masuk peta wilayah rawan kekeringan. Lokasinya tersebar di Kecamatan Kalidawir, Besuki, Pucanglaban, Campurdarat, Rejotangan, Tanggunggunung, Bandung, Pagerwojo hingga Gondang.
Sejumlah wilayah masuk kategori sangat kering (K2), di antaranya Dusun Dawung dan Darungan, Desa Kalibatur, Kecamatan Kalidawir; Dusun Kasrepan, Desa Demuk, Kecamatan Pucanglaban; serta Dusun Kaliwungu, Kembangan, Ngesah, dan Tumpak Kambil di Desa Kresikan, Kecamatan Tanggunggunung.
Selain itu, Dusun Pakisrejo dan Jinggring di Desa Pakisrejo serta Dusun Bakalan dan Ngayem di Desa Tenggarejo juga masuk kategori serupa.
Sementara itu, sejumlah wilayah lain masuk kategori kering (K1). Sedangkan untuk kategori kering ekstrem (K3), tahun ini belum ditemukan.
Menurut Sudarmaji, sebagian besar daerah rawan kekeringan berada di kawasan perbukitan dan pegunungan, terutama di wilayah selatan Tulungagung. Namun, keberadaan sumur bantuan yang sebelumnya dibangun berbagai pihak, termasuk TNI dan Polri, masih berfungsi dengan baik sehingga diharapkan mampu mengurangi kebutuhan dropping air bersih.
“Bantuan sumur yang sudah dibangun masih berfungsi. Jika nanti ada wilayah yang mengalami kekeringan dan membutuhkan suplai air, kami siap melakukan pengiriman,” pungkasnya.
Reporter : Nasrul K.







