Foto : Plt. Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin menggunting pita peresmian Rumah Terapi ABAKU Tulungagung. (nas)
TULUNGAGUNG | JATIM TERKINI – Kabar baik bagi keluarga yang memiliki anak dengan hambatan perkembangan. Pemkab Tulungagung resmi membuka Rumah Terapi ABAKU di Unit Layanan Terpadu Pusat Sumber Daya dan Aktivitas Inklusi (ULT PSAI), Kamis (13/8/2026).
Layanan tersebut menyasar anak usia 0-12 tahun, khususnya dari keluarga kurang mampu yang masuk desil 1 hingga 4. Menariknya, seluruh layanan terapi diberikan secara gratis.
Plt. Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin mengatakan, Rumah Terapi ABAKU merupakan hasil kolaborasi Pemkab Tulungagung dengan Sentra Terpadu Kartini Temanggung Kementerian Sosial (Kemensos) RI.
Dalam kerja sama tersebut, Kemensos menyediakan berbagai peralatan terapi. Sementara Pemkab Tulungagung menyiapkan tempat sekaligus tenaga terapis.
“Kementerian Sosial yang menyediakan alat-alat terapi, sedangkan kami menyiapkan terapis dan tempat terapi,” kata Ahmad Baharudin usai melaunching Rumah Terapi ABAKU.
Ada tiga jenis layanan yang disediakan. Yakni terapi bicara, terapi okupasi, dan fisioterapi. Masing-masing layanan ditangani terapis profesional sesuai kebutuhan anak.
Ahmad menegaskan, layanan tersebut diprioritaskan bagi anak-anak dari keluarga desil 1-4. Kendati demikian, Pemkab Tulungagung tetap membuka kemungkinan pelayanan bagi anak di luar batas usia prioritas apabila memang membutuhkan terapi.
“Prioritas pelayanan di Rumah Terapi ABAKU bagi anak-anak yang berasal dari desil 1 sampai 4. Untuk usia anak yang bisa mengakses layanan terapi mulai 0-12 tahun. Tapi kalau seandainya ada yang lebih dari usia 12 tahun, juga kami siapkan,” ungkapnya.
Menurut Ahmad, kehadiran rumah terapi ini diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap layanan terapi bagi anak dengan hambatan perkembangan. Terlebih, layanan diberikan tanpa dipungut biaya.
Pemkab Tulungagung juga berencana mengembangkan fasilitas tersebut. Penambahan ruang, peralatan, maupun tenaga terapis akan dilakukan apabila jumlah masyarakat yang membutuhkan layanan terus meningkat.
“Kalau memang diperlukan, nanti kami perluas lokasi, tambah fasilitas dan memperbanyak jumlah terapis,” pungkasnya.
Sementara itu, Kabag TU Sentra Terpadu Kartini Temanggung Kemensos RI, Lulut Sugiyanto mengatakan, Rumah Terapi ABAKU di Tulungagung merupakan yang ke-21 yang dikembangkan pihaknya.
Saat ini, terdapat 21 rumah terapi yang telah dikembangkan di tiga provinsi. Yakni Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Kalimantan Timur.
Menurut Lulut, keberadaan rumah terapi di daerah sangat dibutuhkan. Sebab, antrean anak yang membutuhkan layanan terapi di Instalasi Terapi Khusus (ITK) Temanggung sudah cukup panjang.
“Setiap anak akan mendapat layanan terapi dua kali dalam seminggu. Sedangkan proses terapi berlangsung antara satu sampai dua jam,” kata Lulut.
Dengan adanya Rumah Terapi ABAKU di Tulungagung, masyarakat tidak perlu lagi bergantung pada layanan terapi di Temanggung. Anak-anak dengan hambatan perkembangan bisa mendapatkan penanganan lebih dekat, rutin, dan tanpa biaya.
Pemkab Tulungagung berharap layanan tersebut dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat perlindungan serta pemenuhan kebutuhan tumbuh kembang anak, khususnya bagi keluarga yang memiliki keterbatasan ekonomi. (nas)










Komentar