FOTO :TMMD ke-128 Trenggalek Ditutup, Pangdam V/Brawijaya Minta Hasil Pembangunan Dijaga/ Istimewa
TRENGGALEK | JATIM TERKINI – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Tahun 2026 di Kabupaten Trenggalek resmi ditutup. Upacara penutupan dipimpin langsung Panglima Kodam V/Brawijaya, di Alun-alun , Kamis (21/5/2026).
Dalam sambutannya, Mayjen TNI Rudy Saladin menyampaikan rasa syukur karena seluruh rangkaian kegiatan TMMD berjalan aman dan lancar. Ia meminta seluruh hasil pembangunan yang telah dikerjakan selama program berlangsung dapat dirawat bersama agar manfaatnya bisa dirasakan masyarakat secara berkelanjutan.
“Jaga bersama supaya tetap awet dan terus bermanfaat untuk masyarakat,” ujar Rudy Saladin saat upacara penutupan.
Pada kesempatan tersebut, Pangdam juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Trenggalek atas dukungan dan sinergi selama pelaksanaan program TMMD.
Sebagai bentuk penghargaan, Pangdam V/Brawijaya menyerahkan penghargaan khusus kepada Bupati atas dedikasi dan kontribusinya dalam menyukseskan TMMD ke-128.
Melalui kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat, sejumlah proyek pembangunan fisik berhasil diselesaikan. Salah satunya pembangunan rabat jalan dan paving sepanjang 777 meter dengan lebar 2,5 meter dan ketebalan 15 sentimeter.
Selain itu, dibangun pula delapan titik tembok penahan jalan yang menghubungkan Desa Sukorejo dan Desa Wonorejo di Kecamatan Gandusari.
TMMD juga merealisasikan pembangunan sembilan unit rumah tidak layak huni (RTLH) serta lima titik sumur bor guna memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.
Keberadaan infrastruktur tersebut diharapkan mampu memperlancar akses ekonomi warga sekaligus mempermudah aktivitas masyarakat sehari-hari. Sementara program RTLH dan sumur bor ditujukan untuk meningkatkan kualitas hidup warga penerima manfaat.
Tak hanya fokus pada pembangunan fisik, TMMD ke-128 di Trenggalek juga diisi berbagai kegiatan nonfisik seperti sosialisasi, penyuluhan, hingga layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat.
Pelaksanaan TMMD tahun ini juga disebut memberikan efisiensi anggaran cukup signifikan. Jika seluruh proyek fisik dikerjakan melalui pihak ketiga, kebutuhan biaya diperkirakan mencapai Rp 1,527 miliar.
Namun melalui pola gotong royong dan kemanunggalan antara TNI dan masyarakat, seluruh pekerjaan dapat diselesaikan dengan anggaran sekitar Rp 1,018 miliar atau menghemat sekitar Rp 509 juta.
Usai upacara penutupan, Pangdam V/Brawijaya bersama rombongan, Bupati Trenggalek dan Forkopimda meninjau langsung hasil pembangunan TMMD.
Rangkaian agenda dilanjutkan dengan peninjauan lokasi rencana pembangunan Batalyon Teritorial Pembangunan di Kecamatan Watulimo, Trenggalek.
Reporter : Zainal Arifin







