Foto : Pemuda Asal Ponorog Pelaku Pengedar Bubuk Mesiu/ Dok. Pol
TULUNGAGUNG, JATIM TERKINI – Seorang pemuda asal Ponorogo berinisial I.A.P (21) tak berkutik saat ditangkap tim Macan Agung Satreskrim Polres Tulungagung di Desa Ngrance, Kecamatan Pakel, Sabtu (28/2/2026). Ia diamankan ketika hendak mengantarkan pesanan bubuk mesiu kepada pembeli.
Penangkapan tersebut merupakan hasil pengembangan informasi terkait dugaan peredaran bahan berbahaya di wilayah hukum Polres Tulungagung. Operasi ini juga melibatkan Unit Reskrim Polsek Pakel yang turut membantu proses penyelidikan hingga penangkapan pelaku.
Kasihumas Polres Tulungagung, IPTU Nanang, menegaskan bahwa tersangka tidak sekadar menjual, melainkan juga memproduksi sendiri bubuk mesiu tersebut.
“Dari tangan tersangka, petugas mengamankan sekitar 2 kilogram bubuk mesiu yang siap diedarkan. Berdasarkan pengakuannya, bahan peledak itu diracik sendiri di rumahnya,” kata Nanang dalam keterangan tertulis, Rabu (4/3/2026).
Pelaku diketahui berasal dari Desa Tumpuk, Kecamatan Sawo, Ponorogo. Ia mendapatkan bahan baku kimia dengan cara memesan melalui internet. Bahan tersebut kemudian diracik menjadi bubuk mesiu sebelum dikemas dan dipasarkan kepada pembeli.
Dalam penggerebekan itu, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya bubuk mesiu dalam kemasan 1 kilogram dan 0,5 kilogram, tiga bendel tali sumbu dengan total sekitar 150 lembar, satu tas ransel warna krem yang digunakan membawa bahan peledak, serta satu unit ponsel iPhone XS yang diduga dipakai untuk melakukan transaksi.
Atas perbuatannya, tersangka kini harus mempertanggungjawabkan tindakannya di hadapan hukum. Polisi menjeratnya dengan Pasal 306 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang larangan menguasai hingga mengedarkan bahan peledak tanpa hak.
“Ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara. Peredaran bahan peledak ilegal sangat berbahaya dan tidak boleh dianggap sepele karena dapat mengancam keselamatan masyarakat,” tegas Nanang.
Polres Tulungagung juga mengingatkan masyarakat agar tidak mencoba memproduksi, menyimpan, maupun memperjualbelikan bahan peledak secara ilegal.
Kepolisian memastikan akan meningkatkan pengawasan, terutama menjelang Ramadan dan Lebaran, untuk mencegah peredaran bahan berbahaya yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.
Reporter : An Nisa