Foto: Petugas ssat mendatangi dan menggeledah Pendopo Kongasarum Kusumaning Bongso Tulungagung, kemarin. (afif)
TULUNGAGUNG | JATIM TERKINI – Pengusutan kasus dugaan pemerasan yang menjerat Bupati Tulungagung terus bergulir. Pasca operasi tangkap tangan (OTT), tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di sejumlah titik strategis di lingkungan Pemkab Tulungagung, Kamis (16/4).
Sejumlah ruangan yang menjadi sasaran di antaranya ruang kerja bupati di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, ruang bagian pengadaan barang dan jasa, hingga kantor Dinas PUPR. Tak hanya itu, tim penyidik juga menyasar ruang kerja Direktur RSUD dr. Iskak.
Pantauan di lapangan, tim KPK tiba sekitar pukul 10.00 WIB dengan pengawalan ketat aparat kepolisian. Mereka datang menggunakan tiga unit mobil Toyota Innova berpelat nomor AG 1220 GI dan langsung bergerak menuju lokasi penggeledahan.
Penggeledahan dilakukan secara tertutup. Sejumlah petugas tampak keluar masuk ruangan sambil membawa berkas yang diduga berkaitan dengan perkara yang tengah disidik. Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari KPK terkait barang bukti yang diamankan.
Sumber internal menyebutkan, penggeledahan ini merupakan bagian dari pengembangan kasus dugaan pemerasan terhadap organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemkab Tulungagung. KPK diduga tengah menelusuri aliran dana serta mengumpulkan dokumen penting untuk memperkuat konstruksi perkara.
Sementara itu, aktivitas di lingkungan Pemkab Tulungagung tetap berjalan seperti biasa meski suasana tampak lebih ketat. Aparatur sipil negara (ASN) diminta tetap menjalankan tugas dan pelayanan publik tidak boleh terganggu.
Kasus ini menjadi perhatian publik setelah sebelumnya KPK menetapkan Bupati Tulungagung bersama sejumlah pihak sebagai tersangka dalam OTT terkait dugaan praktik pemerasan di lingkungan pemerintah daerah. Penanganan perkara tersebut kini memasuki tahap pengembangan lebih lanjut.
Reporter : Nasrul K







